Suara.com - Operasi menjadi salah satu pilihan tindakan untuk pasien penyakit jantung koroner. Operasi ini merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengembalikan aliran darah ke arteri koroner yang sudah tersumbat.
“Jadi tindakan ini dilakukan bagi pasien yang menderita jantung koroner, dengan indikasi-indikasinya yang ada,” ungkapnya.
“Karena pasien kita lihatnya itu multi disiplin, itu yang menentukan operasi bedah jantung koroner hanya dokter spesialis penyakit jantung dan darah, bersamaan dengan bedah thorax dan kardiovaskular,” ujar Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi dr. Shynta Dewiyana Hantogo, Sp.KFR, dalam acara Radio Kesehatan: Rehabilitasi Jantung Pasca Operasi Bedah Pintas Koroner, Senin (6/12/2021).
Seperti halnya tindakan medis lainnya, usai operasi pasien tidak bisa langsung benar-benar pulih. Ada beberapa kondisi yang kerap dialami oleh mereka.
“Sebenarnya pasca operasi dada, perut, atau operasi besar lainnya, biasa akan terjadi komplikasi pasca operasi,” ungkapnya dalam acara Radio Kesehatan: Rehabilitasi Jantung Pasca Operasi Bedah Pintas Koroner, Senin (6/12/2021).
“Pada pasien dengan pasca bedah pintas jantung koroner misalnya, risiko komplikasi itu terjadi adanya jumlah perawatan yang lama. Yang paling sering terjadi itu pneumonia,” ungkapnya lebih lanjut.
Di samping komplikasi, pasien yang sudah lakukan operasi jantung dan pulang ke rumah untuk menjalani aktivitas, perlu dilihat mobilisasi dini nya sebelum pulang.
“Karena kita nggak mau dong, pasien pulang tidur saja di rumah. Karena itu bisa mengalami penurunan kekuatannya,” lanjut dr. Shynta Dewiyana.
“Untuk kembali ke kehidupan sehari-hari, itu setiap pasien berbeda-beda. Contohnya, mungkin ada pasien yang ibu rumah tangga dan pasien karyawan swasta yang butuh tenaga, jadi keduanya berbeda dan perlu perhatian khusus. Juga berbeda penanganan rehabilitasinya,” terangnya.
Baca Juga: Skadron Pontianak dan Pekanbaru Latihan Parasailing Bersama di Batam
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam