Suara.com - Sedikitnya 13 warga sipil dan satu personel keamanan tewas akibat tidak sengaja ditembak oleh pasukan India di negara bagian Nagaland pada Minggu (5/12/2021).
Menyadur NBC News Senin (6/12/2021), belasan warga tersebut ditembak dalam perjalanan pulang dari sebuah tambang di sekitar desa Oting distrik Mon, yang berbatasan dengan Myanmar.
Menteri Dalam Negeri India Amit Shah mengatakan dia sangat sedih mendengar berita warga sipil tewas dalam insiden Sabtu malam.
Kepala Menteri Nagaland Neiphiu Rio mengatakan kepada Reuters bahwa penyelidikan akan dilakukan dan yang bersalah akan dihukum.
Kementerian pertahanan federal India mengatakan selain korban tewas, sedikitnya selusin warga sipil dan beberapa anggota pasukan keamanan terluka dalam serangan itu.
Penembakan tersebut terjasi saat militer India mengadakan operasi kontra-pemberontakan yang dilakukan oleh anggota Assam Rifles, kata seorang pejabat senior polisi yang berbasis di Nagaland.
Penembakan dimulai ketika sebuah truk yang membawa sekitar 30 pekerja tambang batu bara melewati area kamp Assam Rifles.
"Pasukan keamanan mendapat masukan intelijen mengenai beberapa gerakan militan di daerah itu dan saat melihat truk melintas, mereka mengira para penambang sebagai pemberontak dan melepaskan tembakan hingga menewaskan enam pekerja," kata pejabat senior polisi kepada Reuters, yang meminta anonimitas karena dia tidak berwenang untuk berbicara.
"Setelah berita penembakan menyebar di desa, ratusan warga suku mengepung kamp. Mereka membakar kendaraan Assam Rifles dan bentrok dengan polisi," katanya.
Baca Juga: Tolak Klaim China, Pimpinan MPR Minta Kekuatan Militer Dikerahkan Besar-besaran ke Natuna
Anggota Assam Rifles membalas, dan dalam serangan kedua delapan warga sipil dan seorang anggota keamanan tewas, kata pejabat itu.
Dikutip dari Aljazeera, tim investigasi khusus yang terdiri dari lima petugas polisi telah dibentuk di bawah pengawasan Tamgadge.
"Sudah ditugasi untuk mengusut kasus ini dalam waktu satu bulan," katanya.
Korps Tombak Angkatan Darat India mengatakan pihaknya menyesali insiden itu dan akibatnya.
"Penyebab hilangnya nyawa yang malang sedang diselidiki di tingkat tertinggi dan tindakan yang tepat akan diambil sesuai hukum," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend