- Menteri Kesehatan RI menyoroti angka kematian bayi yang tinggi di Indonesia.
- Pemerintah fokus pada penguatan kesehatan ibu dan bayi melalui program Multiple Micronutrient Supplement (MMS) untuk cegah stunting.
- Bayer berinvestasi untuk tingkatkan produksi MMS di Cimanggis dan perkuat R&D guna dukung upaya pemerintah.
Suara.com - Dunia kesehatan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk angka kematian bayi dan ibu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap, angka kematian bayi dan ibu di Indonesia cukup besar.
Di Indonesia angka kematian bayi sendiri bisa mencapai 33 ribu per tahun. Dalam hal ini, berarti hampir sekitar empat bayi meninggal setiap jamnya.
"Jika angka kematian bayi kita sekitar 33 ribu per tahun, dibagi 365 hari dan 24 jam, maka setiap jam hampir empat bayi meninggal. Selama kita duduk dan berbicara satu jam, tiga bayi meninggal di Indonesia,” ujar Menkes dalam Peresmian Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D Bayer Indonesia, Rabu (14/1/2026).
Sementara untuk kasus angka kematian ibu mencapai sekitar 4.100 kasus per tahun. Dengan demikian, kemungkinan setiap dua jam, dua ibu bisa meninggal dunia.
"Dalam dua jam kita bicara seperti ini saja, ada dua ibu yang meninggal. Itu yang ingin saya kurangi,” sambungnya.
Untuk itu, program penguatan kesehatan ibu, bayi, hingga anak agar tidak terkena stunting menjadi salah satu yang difokuskan. Dalam hal ini, pemerintah melihat peran industri juga sangat penting demi menjamin kesehatan ibu serta bayi agar sehat dan tidak alami stunting.
Salah satu program yang mendukung hal tersebut yakni pemberian multiple micronutrient supplement (MMS) bagi ibu hamil. Ini merupakan suplemen multivitamin lengkap yang khusus untuk ibu hamil, menggantikan Tablet Tambah Darah (TTD) konvensional, berisi 15 nutrisi penting.
“Dari penelitian MMS ini, ibu hamil nantinya gizinya jauh lebih baik. Kemudian, bayinya lahirnya juga lebih sehat, mengurangi bayi lahir yang pendek, dan juga mengurangi bayi lahir yang stunting,” ujarnya.
Dukungan Program Pemerintah
Baca Juga: Menkes Dorong Ibu Jadi Dokter Keluarga, Fokus Perawatan Sejak di Rumah
Sementara mendukung program pemerintah, Bayer melakukan peningkatan fasilitas manufaktur, termasuk untuk memproduksi MMS serta penguatan Bayer Global R&D Center di Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Depok.
Head of Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Priscilla Silvan Prarizta mengatakan, MMS yang diproduksi di Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis sesuai dengan standar formulasi UNIMMAP, yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil.
“Bayer menginvestasikan 1.4 juta euro atau setara 26 miliar Rupiah untuk mengoptimalkan output produksi hingga 20 persen. Kini, kapasitas produksi Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis mencapai 2,4 miliar tablet per tahun untuk kebutuhan domestik maupun global,” kata Priscilla.
Komitmen ini dilakukan demi mendukung upaya Pemerintah dalam menurunkan stunting melalui penyediaan suplementasi mikronutrien berkualitas tinggi dan aman bagi ibu hamil.
“Investasi untuk pengembangan fasilitas produksi MMS ini diharapkan dapat mendukung upaya Pemerintah dalam menurunkan stunting melalui penyediaan suplementasi mikronutrien berkualitas tinggi dan aman bagi ibu hamil, sekaligus memastikan akses yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” sambungnya.
Selain manufaktur, pihaknya juga melakukan penguatan pusat Riset dan Pengembangan (R&D).Bayer VP Global Technical Excellence and R&D Operations, Jerry Meisel menjelaskan, fasilitas R&D ini tidak mengembangkan obat atau molekul baru, melainkan berfokus pada peningkatan kualitas produk dan optimalisasi formulasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak