Health / Konsultasi
Minggu, 12 Desember 2021 | 07:00 WIB
Ilustrasi obat antibodi, virus corona Covid-19. (Unsplash)

Suara.com - Obat anti-Covid-19 pertama di China yang menggunakan terapi koktail antibodi telah disetujui penggunaannya untuk pasien virus corona Covid-19.

Obat anti-Covid-19 ini disetujui setelah terbukti efektif mengurangi risiko rawat inap atau kematian di antara pasien virus corona Covid-19 yang berisiko tinggi hingga 80 persen.

Obat untuk virus corona Covid-19 tersebut menunjukkan efek keamanan dan perlindungan yang sangat baik dalam uji coba multi-pusat internasional.

Obat ini merupakan satu-satunya obat antibodi di dunia yang telah dievaluasi tingkat kemanjurannya untuk pasien virus corona Covid-19.

Zhang Linqi, profesor yang memimpin penelitian dan pengembangan obat di Fakultas Kedokteran Universitas Tsinghua mengatakan obat antibodi ini pun menunjukkan hasil terbaik.

Ilustrasi virus corona Covid-19, varian Omicron. [Shutterstock]

Studi menunjukkan bahwa obat tersebut dapat mempertahankan aktivitas penetralisir terhadap berbagai varian virus corona, termasuk varian Alpha, Delta dan Omicron.

Pada langkah berikutnya, tim Zhang akan menyelidiki efek pencegahan dari terapi koktail antibodi ini di antara orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus corona dan memiliki gangguan kekebalan.

Dengan satu suntikan, koktail antibodi dapat bertahan di tubuh manusia selama sekitar 9-12 bulan.

"Obat antibodi dan vaksin Covid-19 bisa saling melengkapi. Jika orang yang memiliki riwayat kesehatan mendasar atau gangguan kekebalan sehingga tidak bisa suntik vaksin Covid-19, mereka bisa mengonsumsi obat tersebut," kata Zhang dikutip dari Global Times.

Baca Juga: Hubungan Seks Makin Panas, 5 Ciuman Bibir Ini Paling Disukai Pria!

Koktail antibodi mengandung dua antibodi monoklonal, yakni Brii-196 dan Brii-198. Terapi ini dikembangkan bersama oleh Universitas Tsinghua, Rumah Sakit Rakyat Ketiga Shenzhen dan Brii Biosciences.

Load More