Suara.com - Bagi beberapa orang, berbicara dengan orang asing tampaknya malas atau menakutkan tidak akan ditanggapi. Padahal, kita bisa mendapatkan manfaat dari berbicara dengan mereka.
Temuan dari serangkaian eksperimen yang terbit dalam Journal of Personality and Social Psychology: Attitudes and Social Cognition menunjukkan bahwa orang sering meremehkan seberapa besar minat orang lain untuk melakukan percakapan mendalam dan bermakna.
Studi ini menemukan bahwa banyak orang menduga percakapan mendalam dengan orang asing akan menjadi canggung dan kurang memuaskan daripada yang sebenarnya.
"Orang-orang sangat sosial, sehingga berinteraksi dengan orang lain cenderung menjadi sumber utama kebahagiaan dalam hidup orang," kata penulis studi Michael Kardas, dilansir dari Psypost.
Namun, Kardas melanjutkan, orang-orang seringnya enggan berinteraksi secara mendalam dengan orang asing, dan Kardas ingin memahami apakah kekhawatiran itu benar.
Para peneliti melakukan 12 eksperimen dengan total lebih dari 1.800 perserta untuk memeriksa sejauh mana orang lain tertarik untuk terhubung melalui percakapan.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang asing yang diajak bicara lebih tertarik dan peduli daripada yang peserta duga. Karenanya, orang lebih terhubung dan bahagia setelah berbicara dengan orang asing.
"Manusia adalah makhluk sosial dan cenderung akan membalas ketika dalam percakapan. Jika Anda membagikan sesuatu yang bermakna dan penting, kemungkinan Anda akan mendapatkan hal itu juga sebagai balasannya, yang mengarah ke percakapan yang lebih jauh," sambungnya.
Baca Juga: Bantah Dapat Tugas di Kabinet, Johan Budi Beberkan Setelah Ngobrol 4 Mata dengan Jokowi
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia