Suara.com - Sebuah riset yang terbit Kamis (16/12/2021) kemarin menunjukkan bahwa terinfeksi virus corona setelah vaksin Covid-19, atau yang disebut infeksi terobosan, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih mampu melawan varian SARS-CoV-2 baru.
Dalam studi kecil yang hanya melibatkan 26 orang ini, semua peserta telah mendapat dua dosis vaksin Pfizer dan mengalami infeksi terobosan.
Peneliti mengumpulkan sampel darah semua peserta, yang merupakan petugas kesehatan OHSU, dan mencatat 24 dari 26 infeksi terobosan hanya menyeabkan gejala ringan.
Mereka juga menganalisis sampel virus pada 19 peserta dan menemukan 10 di antaranya disebabkan oleh varian delta serta 9 lainnya dari strain lainnya.
Setelahnya, dilansir Live Science, peneliti mengisolasi serum dari sampel darah untuk melihat seberapa efektif antibodi dalam serum menetralkan virus corona.
Mereka menjalankan eksperimen dengan strain asli SARS-CoV-2, dari alfa, beta, gamma, serta delta. Tetapi mereka tidak menggunakan varian Omicron yang baru teridentifikasi baru-baru ini.
Hasilnya menunjukkan bahwa antibodi dari infeksi terobosan lebih efektif menetralkan virus corona, dibanding antibodi orang yang sudah divaksin tetapi tidak terinfeksi Covid-19.
"Darah orang yang mengalami infeksi terobosan mengandung lebih banyak antibodi yang menempel pada receptor-binding domain (RBD) protein lonjakan virus. Antibodi spesifik RBD ini paling penting dalam menetralkan virus corona," kata peneliti.
Berdasarkan tes netralisasi, serum dari kelompok terobosan sekitar 950% lebih kuat terhadap virus SARS-CoV-2 asli.
Baca Juga: Brian May, Gitaris Queen Umumkan Positif Covid-19
"Apa yang kami lihat adalah kombinasi luar biasa dari vaksinasi plus infeksi. Jadi, jika Anda terinfeksi tanpa vaksin, respons imun cukup bervariasi dari orang ke orang dan, rata-rata sedikit lebih rendah daripada jika Anda divaksinasi," tandas peneliti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh