Suara.com - Di tengah kekhawatiran varian Omicron, para ahli kembali mengingatkan pentingnya suntik vaksin Covid-19 lengkap. Bahkan, suntikan booster vaksin Covid-19 pun dipercaya mampu melindungi dari varian baru virus corona Covid-19.
Dalam hal ini, sejumlah negara pun berupaya untuk memberikan vaksin Covid-19 pada anak-anak agar lebih terlindungi dari varian Omicron.
Tapi, Dr Jayaprakash Muliyil, anggota Kelompok Penasihat Teknis Nasional untuk Imunisasi di India (NTAGI) baru-baru ini mengatakan bahwa anak-anak tidak perlu suntik vaksin Covid-19 sekarang ini.
Ia mengatakan bahwa suntik vaksin Covid-19 untuk anak-anak sekarang ini masih belum terlalu mendesak, terutama di negaranya, India.
"India belum menemukan satu kematian akibat virus corona di antara anak-anak di bawah usia 12 tahun. Melainkan, daftar kematian anak-anak akibat kanker, leukemia dan penyakit lainnya yang tidak berkaitan dengan Covid-19," kata Dr Muliyil dikutip dari Times of India.
Padahal, sekarang ini banyak dokter dan ahli yang menuntut vaksinasi untuk anak-anak. Beberapa mengklaim bahwa anak-anak memiliki respons kekebalan yang kuat terhadap virus corona baru.
Sedangkan, beberapa lainnya prcaya bahwa mayoritas penduduk India sudah memiliki kekebalan secara alami dari gelombang kedua pandemi.
Bahkan, banyak yang mengklaim varian Omicron hanya memicu gejala ringan sehingga aman untuk anak-anak.
Sejauh ini, belum ada laporan konklusif yang menyarankan atau menentang vaksinasi di kalangan anak-anak.
Baca Juga: Ahli Temukan Varian Delmicron, Apa Hubungan dan Bedanya dengan Omicron?
Tapi, para ahli berusaha berdiskusi dengan dokter anak untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai vaksin Covid-19 untuk anak-anak.
Di samping itu Dr Santosh Kumar, Konsultan Neonatologi & Dokter Anak, Motherhood Hospitals, Bangalore mengatakan dampak virus corona pada anak-anak tergolong ringan.
Ia juga mengatakan vaksin Covid-19 tidak sepenuhnya menghentikan atau mencegah penyakit tersebut, mengingat bahwa virus terus bermutasi dan mungkin kebal vaksin Covid-19.
Karena itu, ia mengatakan bahwa anak-anak bisa terinfeksi strain baru pada 6 sampai 12 bulan ke depan jika tidak suntik vaksin Covid-19.
Lebih lanjut, pakar pediatrik mengatakan efek virus corona Covid-19 pada populasi pediatrik sangat ringan dan dapat diabaikan.
Di tengah kekhawatiran varian Omicron, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) anak-anak harus segera vaksinasi bila mereka termasuk kelompok berisiko tinggi mengalami infeksi parah akibat virus corona Covid-19.
Karena, WHO mengatakan bahwa anak-anak dan remaja cenderung hanya mengalami infeksi ringan dan belum terlalu mendesak untuk divaksinasi.
Dr. Kumar juga mengatakan jumlah kasus serius dan kematian akibat varian Omicron pada anak-anak sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa paparan varian baru virus corona membuat anak-anak menjadi kebal menghadapinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi