Suara.com - Sejauh ini, varian Omicron terlihat berkembang cukup pesat di seluruh dunia. Para ahli pun terus berusaha mencari tahu dampak buruk dari varian baru virus corona tersebut.
Tetapi, bukti yang ditemukan sejauh ini masih bersifat anekdot. Berdasarkan data yang tersedia, infeksi parah akibat varian Omicron bisa menyebabkan gejala sesak napas yang bertahan selama 13 hari.
Tapi, para ahli mencatat bahwa sesak napas akibat varian Omicron mungkin lebih umum terjadi pada mereka yang belum suntik vaksin Covid-19.
Sebelum ini, para ahli mencoba mempelajari sifat varian Omicron dengan cara membedakannya dari varian virus corona sebelumnya.
Data awal menunjukkan bahwa beberapa gejala varian Omicron mungkin berbeda, tetapi para ahli masih berupaya untuk menentukan perubahan ini memiliki signifikansi besar.
Asuransi kesehatan Afrika Selatan mengatakan bahwa tenggorokan gatal dan sakit, hidung tersumbat, batuk kering dan nyeri otot di punggung bawah merupakan gejala umum varian Omicron.
Lalu, laporan lain menunjukkan varian Omicron juga bisa menyebabkan sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin dan keringat malam.
Dalam kasus yang lebih jarang terjadi, varian Omicron pun bisa menyebabkan sesak napas yang bisa terjadi di antara orang yang belum vaksinasi.
Gejala sesak napas ini bisa berlangsung selama 13 hari, yang juga dikaitkan dengan kasus infeksi varian Omicron parah.
Baca Juga: RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Kini Punya Alat Canggih Operasi Jantung
Temuan ini sangat penting karena mengingat laporan terbaru yang dirilis oleh Imperial College awal pekan ini menyatakan varian Omicron bisa menimbulkan reaksi separah varian Delta, itu bertentangan dengan kebanyakan laporan yang menyatakan varian Omicron hanya menyebabkan reaksi ringan.
"Studi ini tidak memberikan bukti tingkat keparahan infeksi varian Omicron yang lebih rendah dibandingkan varian Delta," kata peneliti dikutip dari Express.
Menurut Dr Clark -Cutaia, gejala varian Omicron berbeda karena tergantung pada seseorang sudah suntik vaksin Covid-19 atau belum.
Dr Clark-Cutaia menjelaskan orang yang tidak vaksinasi bisa mengalami sesak napas, batuk, dan gejala mirip flu biasa lainnya yang serupa dengan pasien varian Delta yang tidak vaksinasi.
Tapi Dr Hugh Cassiere, direktur layanan perawatan kritis untuk Rumah Sakit Jantung Sandra Atlas Bass, New York, membantah hal itu da mengatakan varian Omicron ini justru bertindak lebih seperti bronkitis daripada pneumonia.
“Biasanya penderita bronkitis akut cenderung tidak sesak napas, melainkan menghasilkan dahak. Sedangkan, pneumonia cenderung menyebabkan sesak napas dan lebih lelah dibandingkan bronkitis pada umumnya," kata Dr Hugh Cassiere.
Pakar kesehatan telah menyarankan gejala varian baru virus corona cenderung menyerupai strain sebelumnya, daripada berbeda.
Hanya satu gejala varian Omicron yang tidak seperti virus corona Covid-19 sebelumnya, yakni tak ada pasien yang mengeluhkan hilangnya indra penciuman dan perasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance