Suara.com - Kekurangan vitamin D sering dikaitkan dengan kelemahan tulang serta otot. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa rendahnya tingkat vitamin D dapat memengaruhi fungsi tubuh terhadap tekanan darah tinggi, gagal jantung kongestif, dan peradangan pembuluh darah kronis.
Seperti yang diungkap lewat studi Journal Of Family Medicine And Primary Care, yang terbit di Academy Of Family Physicians di India, melaporkan bahwa pasien dengan kadar vitamin D rendah memiliki risiko 60 persen lebih tinggi terkena serangan jantung.
Sementara itu, studi dari Journal of Clinical Hypertension menegaskan, bahwa gagal jantung kongestif juga dikaitkan dengan kekurangan vitamin D.
Mengenai mekanisme vitamin D yang dapat melindungi dari penyakit jantung belum sepenuhnya dijelaskan. Tetapi, beberapa mekanisme telah diungkap vitamin D dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan pembuluh darah, menurunkan kadar hormon paratiroid (PTH), mengurangi peradangan, dan meningkatkan kontrol glikemik.
Dikutip dari laman Healthshots, vitamin D sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan otot. Selain itu, vitamin ini juga bagus untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi saluran pernapasan.
Vitamin ini tentu bisa didapat dari sinar matahari, di mana ini berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan dan melindungi dari serangan virus dan patogen lainnya.
Meski demikian, National Institutes Of Health dan WHO mengatakan, belum ada data yang mengatakan bahwa penggunaan vitamin D dapat mencegah infeksi oleh virus.
Penelitian lain telah mengamati tingkat kekurangan vitamin D yang tinggi pada pasien Covid-19, di mana mereka juga mengalami gejala gagal pernapasan akut.
Para ahli mengungkap, selain vitamin D dapat meningkatkan sistem kekebalan dan melindungi dari peradangan atau virus, diet seimbang juga menjadi kunci utama untuk hidup sehat.
Baca Juga: Kasus Varian Omicron di Indonesia Bertambah dan Berita Kesehatan Hits Lainnya
Makanan yang bisa diperoleh adalah mulai dari buah- buahan, sayuran, sereal, produk susu, dan kacang-kacangan. Selain makanan, olahraga juga penting untuk kesehatan fisik. Karena, olahraga dapat bermanfaat untuk memperkuat otot serta mempertahankan berat badan Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama