Suara.com - Banyak perempuan ingin bahwa vagina mereka memiliki aroma seperti bunga. Tapi, hal itu jelas tidak mungkin.
Vagina yang sehat berbau sedikit aneh dan baunya bisa berubah seiring dengan siklus ovulasi kita juga. Tapi beberapa bau vagina harus jadi tanda yang kamu harus perhatikan.
“Perubahan aroma vagina sangat umum dan tidak perlu malu, tetapi penting untuk menganggapnya serius karena dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti infeksi.” kata Dr Madhulika Sinha, Konsultan Senior, Obstetri dan Ginekologi, Aakash Healthcare, Dwarka seperti dilansir dari Healthshots.
Jika kamu mencium bau yang kuat dan amis seperti ikan asin dari vagina, bisa jadi itu tanda sedang menghadapi krisis kesehatan. Bau amis adalah hasil dari ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di vagina. Kondisi ini disebut bakterial vaginosis.
Seserius kedengarannya, itu adalah infeksi umum yang disebabkan oleh keseimbangan pH yang terganggu di vagina kamu. Masalah ini bisa disertai dengan keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina. Tapi kamu tidak perlu khawatir. Temui dokter kandungan kamu sehingga mereka mengevaluasi situasi dan meresepkan antibiotik jika diperlukan.
Metalik, seperti sen
Jika kamu mengalami bau seperti logam, itu terjadi karena darah mengandung zat besi yang bertanggung jawab atas bau logam itu. Bau ini mungkin hilang begitu aliran berhenti dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jika baunya tetap ada bahkan setelah menstruasi kamu, kamu perlu meningkatkan permainan kebersihan intim kamu atau menemui gyno!
Seperti roti
Baca Juga: Tak Perlu Panik, Ini Pengobatan Rumahan Untuk Atasi Infeksi Vagina
Bau aneh ini bisa disebabkan oleh infeksi jamur. Bau disertai dengan keluarnya cairan seperti keju cottage, dan rasa gatal yang hebat di vagina adalah tanda- tanda lainnya. Infeksi jamur dan bau 'asam-adonan' dapat memburuk dengan asupan gula yang berlebihan dalam makanan kamu. Jika kamu berurusan dengan infeksi jamur, kunjungi dokter kamu dan letakkan gula batu itu!
Seperti bawang putih
Makanan yang berbau tajam dan menyengat seperti bawang putih dan bawang bombay juga bisa membuat vagina kamu berbau seperti itu. kamu mungkin tidak tahu tetapi makanan yang harum dapat mengubah bau vagina kamu.
Ini tidak berarti kamu harus mengunyah adas bintang dan kapulaga atau kamu harus mengurangi bawang putih dan bawang bombay dari diet kamu. Bau ini benar-benar normal dan yang kamu butuhkan untuk menghilangkannya adalah dengan mencucinya dengan banyak air.
Seperti pemutih
Pernahkah kamu mengalami bau seperti pemutih atau klorin setelah berhubungan seks? Yah, itu benar-benar normal. Bau ini kemungkinan besar disebabkan oleh kondom atau pelumas tertentu yang kamu gunakan. kamu dapat beralih ke merek kondom atau pelumas lain, terutama yang tidak beraroma, jika baunya benar-benar mengganggu kamu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya