Suara.com - China lakukan lockdown di kota Yuzhou, dekat ibukita Beijing. Lockdown atau kuncian diterapkan setelah ditemukannya tiga kasus baru infeksi Covid-19.
Ketiga pasien Covid-19 tersebut dikabarkan tidak mengalami gejala apa pun.
Jelang pelaksaan acara olahraga, Olimpiade Musim Dingin yang tersisa satu bulan lagi, Beijing sebagai penyelenggara masih berupaya mengejar "nol kasus Covid-19" di wilayahnya.
Target itu dikejar dengan melakukan pembatasan yang ketat dan penguncian wilayah sejak virus pertama kali muncul. Tetapi strategi itu belum berhasil karena masih ditemukan wabah lokal.
Yuzhou, sebuah kota berpenduduk sekitar 1,17 juta orang di provinsi Henan, mengumumkan bahwa sejak Senin (3/2) malam semua warganya akan diminta untuk tinggal di rumah untuk mengendalikan penyebaran virus.
"Orang-orang di distrik pusat tidak boleh keluar. Sementara semua komunitas akan mendirikan penjaga dan gerbang untuk secara ketat menegakkan tindakan pencegahan dan pengendalian epidemi," ucap pengumuman pemerintah setempat, dikutip dari Channel News Asia.
Yozhou akan menghentikan layanan bus dan taksi juga menutup pusat perbelanjaan, museum, dan tempat-tempat wisata.
Pagi tadi, Selasa (4/1), China melaporkan 175 kasus Covid-19 baru, termasuk lima di provinsi Henan dan delapan kasus komunitas yang terkait dengan pabrik garmen di kota timur Ningbo.
Meskipun kasus yang dilaporkan di China relatif rendah dibandingkan dengan tempat lain di dunia, infeksi virus corona dalam beberapa pekan terakhir di negara tersebut telah mencapai level tertinggi sejak Maret 2020.
Baca Juga: Jessie J Positif Covid-19, Tertular Usai Manggung di Los Angeles
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?