Suara.com - Para ilmuwan menyalahkan cara diet gaya Barat jadi salah satu penyebab meningkatnya prevalensi penyakit autoimun di seluruh dunia.
Dua ilmuwan dari Institut Francis Crick London, James Lee dan Carola Vinuesa, mengatakan bahwa mereka bekerja untuk menentukan penyebab pasti penyakit autoimun.
"Jumlah kasus autoimun mulai meningkat sekitar 40 tahun yang lalu di barat. Namun, kami sekarang melihat beberapa muncul di negara-negara yang tidak pernah ada penyakit seperti itu sebelumnya," kata Lee kepada Guardian's Observer, dikutip dari Fox News.
Mereka menemukan bahwa saat ini banyak orang di dunia dengan sistem kekebalan yang tidak bisa lagi menentukan perbedaan antara sel sehat dan mikroorganisme yang menyerang.
Lee mengatakan, peningkatan penyakit terbesar usus (IBD) baru-baru ini terjadi di Asia Timur dan Timur Tengah, padahal sebelumnya hampir tidak pernah ditemukan penyakit tersebut.
The Cleveland Clinic melaporkan bahwa diet yang keliru dan terlalu cepat menurunkan berat badan dapat meningkatkan tekanan darah, menaikkan kolesterol, menyebabkan penambahan berat badan kemudian hari, menguras energi, dan mempengaruhi suasana hati seseorang.
Di Amerika Serikat sendiri, berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) bahwa dari 2013-2016, sebanyak 36,6 persen orang dewasa mengonsumsi makanan cepat saji pada hari tertentu.
Vinuesa menambahkan, makanan cepat saji hampir tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Selain itu juga kurang serat. Terlalu sering konsumsi makanan cepat saji jadi salah satu pemicu terjadinya autoimun.
"Dan bukti menunjukkan perubahan ini mempengaruhi mikrobioma seseorang, kumpulan mikroorganisme yang kita miliki dan memainkan peran kunci dalam mengendalikan berbagai fungsi tubuh," jelasnya.
Baca Juga: Solusi Bakar Kalori, Restoran Cepat Saji Ini Bikin Pelanggan Bisa Makan Sambil Nyepeda
"Perubahan pada mikrobioma kita ini kemudian memicu penyakit autoimun, yang lebih dari 100 jenisnya kini telah ditemukan," imbuh Vinuesa.
Menurut Lee dan Vineusa, meski tidak memiliki riwayat genetik autoimun, siapa pun tetap berisiko alami penyakit tersebut. Apalagi jika sering konsumsi makanan cepat saji.
Terkait pengobatan, masih terus mengembangkan dan mencari pengobatan yang efektif. Namun, pengobatan yang dibutuhkan pasien tidak selalu sama.
"Saat ini, tidak ada obat untuk penyakit autoimun, yang biasanya berkembang pada orang muda. Itu berarti semakin banyak orang yang menghadapi operasi atau harus menjalani rutin selama sisa hidup mereka. Ini bisa menjadi hal yang suram bagi pasien dan beban besar pada layanan kesehatan. Oleh karena itu, kebutuhan mendesak untuk menemukan perawatan baru yang efektif," kata Vinuesa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman