Suara.com - Stroke menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Seseorang biasanya akan mengalami beberapa gejala dan ada pula yang tidak mengalami gejala sama sekali hingga terkena stroke.
Secara umum, stroke adalah masalah kesehatan kardiovaskular yang buruk yang seharusnya bisa dicegah sejak awal.
Anehnya, sebagian kasus stroke justru menyerang orang di bawah usia 65 tahun. Umumnya, mereka juga memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi.
Saat tekanan darah mencapai ambang tertentu, kondisi ini akan meningkatkan risiko pembekuan darah yang bisa mencegah darah mencapai otak.
Di sisi lain, kolesterol tinggi juga berkontribusi pada pembentukan plak di arteri yang bisa pecah dan menghalangi pembuluh darah menuju otak.
Karena itu, menurunkan risiko dua kondisi itu bisa membantu mencegah stroke. Satu penelitian di Jepang menemukan ada satu minuman yang bisa membantu mencegah atau menurunkan risiko stroke.
Mereka menemukan bahwa minum setidaknya 7 cangkir teh hijau setiap hari menurunkan risiko kematian dari penyebab apapun sebesar 62 persen.
"Ada bukti ilmiah yang cukup kuat mengenai gaya hidup para penyintas stroke dan serangan jantung, bahwa minum teh hijau tanpa gula bisa memberikan efek positif," kata Doctor Hiroyasu, seorang profesor kesehatan masyarakat di Universitas Osaka di Suita, Jepang dikutip dari Express.
Cara paling sehat untuk menyiapkan minuman ini adalah tanpa tambahan gula dalam jumlah yang tidak perlu.
Baca Juga: Seberapa Parah Virus Corona Covid-19 pada Anak 2 Tahun? Waspadai Gejalanya!
Pada studi ini, para peneliti dari Osaka University di Suita melihat data lebih dari 46.000 peserta berusia 40 hingga 79 tahun yang mengambil bagian dalam Japan Collaborative Cohort Study.
Kohort termasuk orang-orang yang menderita serangan jantung dan stroke atau tidak keduanya. Kemudian, semua responden diminta untuk kuesioner tentang gaya hidup, riwayat kesehatan dan diet termasuk konsumsi teh dan kopi.
Para peneliti mencatat bahwa asupan teh hijau yang lebih tinggi umumnya berkorelasi dengan konsumsi ikan, buah, dan kedelai yang lebih besar juga.
Temuan ini konsisten dengan badan penelitian sebelumnya yang telah menetapkan bahwa konsumsi teh hijau menyebabkan penurunan yang signifikan pada tekanan darah sistolik dan kolesterol LDL total.
Sementara temuan penelitian ini menjanjikan, para peneliti tidak menyelidiki secara tepat aspek mana dari teh hijau yang memberikan hasil.
Harvard Health menjelaskan bahwa teh hijau memiliki polifenol yang sangat baik untuk kesehatan, terutama katekin dan epikatekin.
Molekul katekin dalam teh hijau membantu mencegah penyakit pembuluh darah seperti stroke berdasarkan efek antioksidan dan anti-inflamasinya.
Zat ini biasanya memiliki kemampuan untuk memblokir timbulnya kondisi seperti hipertensi. Studi laboratorium dan hewan mengatakan molekul-molekul ini memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi