Suara.com - Beberapa orang mengatakan bahwa Anda mungkin terlihat kuning ketika mata Anda tampak kuning. Lantas, apa sebenarnya penyebab mata kuning? Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasannya berikut ini.
Diketahui, istilah tubuh atau mata kuning sebenarnya mengacu pada penumpukan bilirubin di mata dan bagian tubuh lainnya. Bilirubin sendiri merupakan zat kuning yang dibuat ketika sel darah tua diganti.
Namun, istilah yang tepat untuk mata kuning yaitu ikterus. Ikterus hanya mengacu pada mata kekuningan bukan untuk bagian tubuh lainnya. Jika hanya mata yang tampak kuning, bisa jadi karena penyebab yang sederhana dan tidak berbahaya.
Namun terkadang mata kekuningan bisa menjadi pertanda sesuatu yang lebih serius. Untuk selengkapnya, mari simak di bawah ini beberapa penyebab mata kuning yang dilansir dari Very Well Health, Senin (17/1/2022).
1. Pendarahan Subkonjungtiva
Konjungtiva mengandung banyak pembuluh darah kecil yang dapat dengan mudah pecah. Ketika pecah, darah bocor keluar dan mengisi ruang antara konjungtiva dan sklera. Jika kebocorannya kecil, sebagian mata Anda mungkin terlihat sedikit berubah warna, terkadang kuning atau sedikit merah. Saat darah yang pecah dibersihkan dari mata, itu bisa menjadi kuning.
2. Hiperbilirubinemia
Hiperbilirubinemia mengacu pada peningkatan kadar bilirubin. Bilirubin diproduksi ketika hati memecah sel darah merah tua. Bilirubin yang berlebihan salah satu penyebab munculnya penyakit kuning. Perlu melakukan perawatan yang tepat agar mata atau tubuh yang menguning hilang.
3. Leptospirosis
Baca Juga: Ganti Foto Profil dengan Potret Masa Kecil, Sang Ibu Chat Tiba-tiba Bikin Banjir Air Mata
Leptospirosisadalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Orang dengan infeksi ini sering memiliki mata yang menguning. Infeksi ini paling sering terjadi di iklim yang lebih hangat dan di tempat-tempat dengan paparan air yang telah terkontaminasi oleh urin hewan.
4. Pankreatitis
Pankreatitis adalah peradangan pankreas, organ yang menghasilkan enzim yang dibutuhkan untuk pencernaan. Kondisi ini menyebabkan sakit perut dan lama kelamaan dapat merusak pankreas. Pankreatitis juga dapat menyebabkan penyakit kuning ringan pada mata dan kulit.
5. Anemia hemolitik
Anemia hemolitik adalah kondisi darah yang berkembang ketika tubuh memecah sel darah merah terlalu cepat, yang menyebabkan kekurangan sel darah. Ini dikenal sebagai anemia. Bagian putih mata mungkin tampak kuning karena kadar bilirubin meningkat ketika sel darah merah rusak terlalu cepat.
Demikian informasi mengenai penyebab mata kuning yang perlu diketahui. Segera pergi temu dokter agar mengetahui cara perawatan yang tepat
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS