Suara.com - Seiring bertambahnya usia, tubuh Anda membuat lebih sedikit kolagen. Beberapa orang mencoba memulihkan kolagen dengan mengonsumsi suplemen kolagen. Adapun manfaat suplemen kolagen yaitu sebagai berikut.
Diketahui, kolagen adalah protein yang ditemukan di jaringan ikat di seluruh tubuh. Itu terletak di kulit, tulang, tendon, dan ligamen. Fungsi utamanya adalah untuk membantu jaringan menahan peregangan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen kolagen dapat bermanfaat bagi bagian tubuh tertentu, termasuk: penuaan kulit, kepadatan tulang, dan kesehatan sendi.
Untuk lebih jelasnya, simak berikut ini manfaat suplemen kolagen yang dilansir dari situs Verywell Health, Selasa (18/1/2022).
1. Menyehatkan Kulit
Kolagen membentuk 75% dari berat kering kulit Anda. Seiring bertambahnya usia, lapisan dalam kulit Anda kehilangan kolagen dan menjadi kurang elastis dan lebih rentan terhadap kerusakan.
Dengan mengonsumsi suplemen kolagen, kulit akan terhidrasi, memperbaiki penuaan kulit, meningkatkan elastisitas, dan menyembuhkan luka pada kulit.
2. Mengurangi Pengeroposan Tulang
Sebuah studi 2018 yang diterbitkan di Nutrients menyimpulkan bahwa asupan merek suplemen kolagen tertentu meningkatkan kepadatan mineral tulang pada wanita pascamenopause. Selain itu, penelitian menyimpulkan bahwa suplementasi dapat meningkatkan pembentukan tulang dan mengurangi pengeroposan tulang.
Baca Juga: Ternyata Protein Ini yang Memengaruhi Keinginan Orang Minum Alkohol
3. Komposisi tubuh
Mereka yang mengonsumsi suplemen kolagen menunjukkan sedikit peningkatan massa bebas lemak. Ini dianggap terkait dengan perbaikan jaringan ikat. Studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam Journal of American Dietetic Association juga menemukan bahwa mengonsumsi suplemen kolagen terhidrolisis dapat membantu mempertahankan massa tubuh tanpa lemak.
4. Nyeri sendi
Kolagen membantu merangsang produksi tulang rawan, bahan karet yang menutupi dan melindungi tulang dan membantu persendian bergerak dengan lancar. Produksi keduanya menurun seiring bertambahnya usia. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa suplemen kolagen dapat mengurangi nyeri sendi dan gejala osteoarthritis lainnya.
5. Penyakit jantung
Beberapa orang mengonsumsi suplemen kolagen untuk meningkatkan kesehatan jantung, meskipun penelitian independen terbatas untuk mendukung hal ini. Penelitian dari Jepang pada tahun 2017 menyebutkan bahwa ketika suplemen kolagen dikonsumsi secara teratur selama enam bulan, maka kolagen bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS