Suara.com - Varian Omicron pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan tahun lalu, tepatnya November 2021. Sejauh ini, varian Omicron cenderung hanya menyebabkan gejala ringan.
Gejala umum varian Omicron ini termasuk sakit kepala, lesu, sakit tenggorokan, batuk kering, demam dan kehilangan nafsu makan.
Varian Omicron ini juga nampaknya lebih mempengaruhi sistem pernapasan bagian atas dan tidak terlalu banyak mempengaruhi paru-paru.
Pada kasus sebelumnya, banyak pasien virus corona yang mengalami kerusakan jantung dan gagal jantung yang menjadi salah satu penyebab kematian.
Bahkan, kerusakan jantung juga terjadi pada pasien virus corona Covid-19 yang tidak mengalami gejala parah ketika terinfeksi.
Peradangan atau pembengkakan parah pada permukaan bagian dalam pembuluh darah, miokarditis yang disebabkan oleh peradangan keseluruhan.
Hal ini terjadi karena respons tubuh yang melawan virus. Adapun beberapa masalah jantung yang disebabkan oleh virus corona Covid-19 adalah pembekuan darah dan jantung berdebar.
Pada kasus varian Omicron sekarang ini, para ahli mengatakan sejauh ini belum ada gejala jantung yang dilaporkan meskipun masih sangat dini untuk memastikannya.
"Omicron adalah varian terbaru dari virus corona Covid-19 dan masih sangat sedikit penelitian mengenai varian tersebut," kata Dr Ajay Kaul, Ketua Fortis Heart & Vascular Institute, Noida dikutip dari The Hindustan Times.
Baca Juga: Dokter Beri Dukungan soal Tindakan Luna Maya Bekukan Sel Telur
Dr Ajay Kaul juga mengatakan sejauh ini tidak banyak informasi mengenai varian Omicron yang mempengaruhi jantung. Jadi, belum jelas varian Omicron ini dapat menyebabkan miokarditis atau tidak.
Ahli menambahkan bahwa secara keseluruhan, infeks varian Omicron relatif ringan dan hanya menyebabkan gejala ringan.
Sebagian besar orang yang positif Covid-19 terkait varian Omicron juga tidak membutuhkan steroid atau dukungan oksigen atau ventilasi mekanis di rumah sakit.
"Hanya mereka yang tidak divaksinasi atau dengan kondisi penurunan daya tahan tubuh yang mengalami infeksi parah, seperti transplantasi/kanker/kondisi kekebalan otomatis yang memerlukan rawat inap dan ICU," kata Dr Charu Dutt Arora, Konsultan Dokter dan Kepala Spesialis Penyakit Menular, Ameri Health, Asian Hospital, Faridabad.
Dr Charu mengatakan varian Omicron belum terbukti menyebabkan implikasi serius atau parah pada sistem jantung.
"Varian Covid-19 sebelumnya cukup mempengaruhi serangan jantung dan komplikasi terkait jantung lainnya. Tapii, varian baru ini belum menunjukkan pengendapan komplikasi jantung atau penyakit yang mendasarinya," kata Dr Rahul Gupta, Konsultan, Ahli Jantung, Rumah Sakit Apollo, Navi Mumbai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini