Suara.com - Kita membutuhkan beberapa kolesterol untuk membangun sel-sel yang sehat, tetapi akumulasi dari jenis yang buruk dapat menjadi masalah. Kisaran yang direkomendasikan untuk kadar kolesterol normal tergantung pada usia. Lantas, berapa kadar kolesterol normal untuk dewasa dan anak?
Diketahui, Kolesterol adalah zat seperti lemak atau lilin yang mempunyai banyak peran dalam tubuh, termasuk mensintesis hormon serta vitamin D. Selain itu, kolesterol juga berguna dalam pengangkutan lipid. Kolesterol ada dalam makanan yang Anda makan, tetapi kolesterol juga dibuat oleh hati.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini ulasan mengenai kolesterol mulai dari berapa kadar normal untuk dewasa dan anak hingga cara mencegah agar tidak kelebihan dari batas yang ditentukan.
Kadar Normal untuk Dewasa dan Anak
Tingkat kolesterol total Anda merupakan jumlah keseluruhan kolesterol yang ada di dalam darah Anda, yang antara lain:
- Lipoprotein densitas rendah (LDL) atau kolesterol "jahat"
- Lipoprotein densitas tinggi (HDL) atau kolesterol "baik"
- Trigliserida atau "blok pembangun"
Melansir dari situs Healthline, Kamis (20/1/2022), menurut pedoman 2018 tentang pengelolaan kolesterol darah yang diterbitkan di Jurnal American College of Cardiology (JACC), kadar kolesterol normal pada orang dewasa yaitu kurang dari 200 (lebih rendah lebih baik)
Sedangkan kadar kolesterol normal pada anak yaitu 170 atau kurang. Biasanya, anak-anak yang aktif secara fisik , makan makanan padat nutrisi, tidak kelebihan berat badan, dan tidak memiliki riwayat keluarga kolesterol tinggi, maka risikonya lebih rendah untuk memiliki kolesterol tinggi.
Cara Mencegah Kolestrol Tinggi
Gaya hidup yang tidak banyak bergerak telah dikaitkan dengan kolesterol tinggi. Oleh karena itu, anak-anak dan orang dewasa yang berolahraga secara teratur, menjaga berat badan yang sehat, dan makan makanan seimbang yang kaya serat berguna dalam menjaga agar kadar kolesterol normal.
Baca Juga: 7 Tanda Gejala Kolesterol, Sering Merasa Kesemutan dan Ngantuk
Oleh karena itu, agar kadar kolesterol tidak tinggi, cobalah untuk mengubah gaya hidup agar menjadi lebih sehat, mengurangi asupan lemak jenuh dan lemak trans, olahraga, berhenti merokok, menurunkan berat badan, dan lain sebagainya.
Demikian informasi mengenai total kadar normal pada orang dewasa maupun anak-anak dan cara mencegah jika kolesterol mengalami kenaikan. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren