Suara.com - Pfizer telah memulai studi uji klinis vaksin khusus untuk memberikan perlindungan dari varian virus corona omicron.
Studi ini akan memeriksa respons imun dan keamanan suntikan baru pada 1.420 orang dewasa sehat berusia 18 hingga 55 tahun. Demikian kata Pfizer dan BioNTech, mitranya dalam vaksin pertama.
“Vaksin terus menawarkan perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah yang disebabkan oleh Omicron,” kata CEO dan salah satu pendiri BioNTech Ugur Sahin.
“Namun, data yang muncul menunjukkan perlindungan yang diinduksi vaksin terhadap infeksi dan penyakit ringan hingga sedang berkurang lebih cepat daripada yang diamati dengan jenis sebelumnya.”
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan vaksin berbasis varian yang memberikan perlindungan serupa terhadap omicron yang sangat menular seperti yang dilakukan Pfizer untuk jenis Covid-19 sebelumnya, kata Sahin.
Studi Pfizer dan BioNTech akan memeriksa respons imun dan keamanan suntikan baru pada 1.420 orang dewasa sehat berusia 18 hingga 55 tahun.
Kelompok pertama yang terdiri dari sekitar 615 peserta dalam penelitian ini menerima dua dosis suntikan Pfizer yang ada dari 90 hingga 170 hari setelah mendaftar dalam uji coba, dan akan mendapatkan satu atau dua dosis vaksin khusus Omicron, menurut pembuat obat.
Kelompok kedua yang terdiri dari sekitar 600 orang memiliki tiga dosis suntikan Pfizer yang ada sebelum mengambil bagian dalam penelitian dan akan mengambil dosis lain dari vaksin saat ini atau satu dosis suntikan yang menargetkan Omicron.
Kelompok peserta ketiga tidak divaksinasi dan akan mendapatkan tiga dosis vaksin khusus Omicron.
Baca Juga: 2 Pasien Omicron Meninggal, Puan Maharani: Vaksinasi Harus Dikebut!
Satu orang telah mendapatkan vaksin khusus Omicron, menurut The Wall Street Journal. Hasil studi diharapkan pada paruh pertama tahun 2022.
Pfizer dan BioNTech sebelumnya mengatakan mereka berencana membuat sekitar 4 miliar dosis vaksin virus corona saat ini tahun ini.
“Dan kapasitas ini diperkirakan tidak akan berubah jika vaksin yang diadaptasi diperlukan,” kata mereka.
Jika vaksin khusus Omicron terbukti efektif dan aman, Pfizer dapat meminta otorisasi kepada regulator AS dan mendistribusikannya segera setelah Maret, kata CEO Pfizer Albert Bourla, menurut Journal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah