Suara.com - Kini, upaya memberikan suntikan booster vaksin Covid-19 sedang ditingkatkan di tengah munculnya berbagai varian virus corona, salah satunya suntikan booster dari vaksin Pfizer.
Sebuah studi di International Journal of Dermatology pun menemukan efek samping baru dari suntikan booster vaksin Pfizer yang terlihat pada kulit.
Studi itu menemukan kasus pemfigoid bulos yang muncul setelah seseorang mendapatkan suntikan booster vaksin Pfizer.
Pemfigoid bulosa adalah kondisi kulit langka yang menyebabkan lepuh besar berisi cairan.
Para peneliti melaporkan kasus-kasus pasien dengan pemfigoid bulosa, empat di antaranya memiliki pemfigoid bulosa onset baru setelah vaksinasi dan tiga memiliki eksaserbasi pasca-vaksinasi dari pemfigoid bulosa sebelumnya.
Sampai sekarang, para ahli mengamati empat pasien dengan pemfigoid bulosa onset baru dan tiga pasien dengan eksaserbasi pemfigoid bulosa sebelumnya setelah vaksinasi di rumah sakit rujukan.
Dua di antara 4 kasus dengan penyakit onset baru, pemfigoid bulosa terjadi setelah seseorang mendapatkan dosis kedua vaksin CoronaVac, yang tidak aktif dan dua di antaranya setelah mendapatkan dosis pertama vaksin mRNA Pfizer-BioNTech.
"Di sisi lain, ketiga pasien yang mengalami peningkatan tekanan darah sebelumnya divaksinasi dengan CoronaVac yang tidak aktif," kata peneliti dikutip dari Express.
Menurut para peneliti, periode latensi untuk efek samping caksin Covid-19 ini bervariasi antara 2 minggu hingga 1 bulan setelah vaksinasi.
Jangka waktu terpendek sebelum gejala muncul adalah satu minggu setelah dosis pertama pada satu pasien.
Studi ini bukan yang pertama kali menemukan efek samping berupa pemfigoid bulosa setelah vaksinasi.
Sebuah penelitian dalam jurnal Dermatology Therapy, para peneliti melaporkan kasus seorang pria berusia 83 tahun dengan riwayat eritema multipel dan lepuh dengan gatal selama 30 hari.
Pria itu memiliki kondisi kesehatan yang cukup baik dan sedang tidak menderita penyakit apapun. Bahkan, ia juga tidak memiliki riwayat keluarga menderita kelainan kulit maupun penyakit serius.
Pasien mengembangkan lesi bulosa pertama satu minggu setelah dosis pertama vaksin Pfizer. Ia mengalami sedikit lepuh yang terletak di kakinya.
Setelah 3 hari mendapatkan dosis kedua vaksin Pfizer, pasien mulai mengembangkan lepuh baru pada anggota tubuhnya yang lain.
Lepuh pemfigoid bulosa biasanya berkembang di area kulit yang sering melentur, seperti perut bagian bawah, paha atas atau ketiak.
Berikut ini gejala pemfigoid bulosa, antara lain:
- Kulit gatal, berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum lepuh terbentuk
- Lepuh besar yang tidak mudah pecah saat disentuh, sering kali di sepanjang lipatan kulit
- Kulit di sekitar lepuh yang normal, kemerahan atau lebih gelap dari biasanya
- Eksim atau ruam seperti gatal-gatal
- Lepuh kecil atau luka di mulut atau selaput lendir lainnya (pemfigoid selaput lendir jinak).
"Lepuh terjadi karena kerusakan pada sistem kekebalan tubuh Anda," jelas ahli.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026