Suara.com - Musim dingin meningkatkan risiko infeksi penyakit musiman, seperti pilek, flu dan demam. Karena itu, semua orang disarankan untuk lebih meningkatkan kekebalan dan menjaga kesehatan.
Pola makan yang baik, olahraga dan mengenakan pakaian berlapis adalah beberapa cara untuk melindungi diri dari penyakit musiman selama musim dingin.
Tapi, ada satu hal yang tak kalah penting untuk melindungi diri dari penyakit musiman, yakni menggunakan penutup kepala.
Menurut Dr Nikita Kohli, menutupi kepala Anda selama musim dingin bisa menjaga suhu panas, membuat Anda merasa lebih hangat dan nyaman.
Saat kulit kepala terkena cuaca dingin, Anda akan kehilangan lebih banyak panas dari tubuh dan Anda berisiko lebih besar terkena pilek dan flu.
Jaga kulit kepala Anda tetap hangat sama pentingnya dengan menjaga tubuh Anda tetap hangat.
Menutupi kepala Anda di musim dingin juga dapat membantu menjaga rambut Anda tetap sehat dan bebas kusut.
Hal itu karena cuaca dingin bisa menghilangkan semua kelembapan dari rambut Anda sehingga membuatnya keriting dan kering.
Saat Anda menyisirnya, itu lebih mungkin menyebabkan kerusakan dan ujung bercabang. Cara ini juga mengeringkan kulit kepala Anda sehingga meningkatkan risiko ketombe.
Pakai penutup kepala atau topi akan mengunci kelembapan kulit kepala Anda, membuatnya terlihat sehat, bebas kusut, dan halus. Cara ini juga mencegah kulit kepala Anda menjadi kering dan gatal.
Di musim dingin, kekebalan Anda rendah dan penyakit menular dapat ditularkan dengan lebih mudah dibandingkan dengan musim lainnya.
Jadi, penting untuk menjaga diri sendiri agar tetap sehat dan bugar. Berikut ini dilansir dari Times of India, beberapa cara lain untuk menghindari penyakit musiman.
1. Konsumsi makanan sehat
Konsumsi makanan sehat dan bergizi sangat penting untuk membantu Anda meningkatkan kekebalan. Anda bisa mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang sehat.
2. Pijat
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia