Suara.com - Amerika Serikat tengah mempertimbangkan izin penggunaan vaksin Covid-19 pertama bagi anak balita atau anak-anak di bawah usia 5 tahun. Langkah itu dilakukan setelah Pfizer Inc dan BioNTech SE mulai mengajukan permohonan izin pada Selasa (1/2/2022).
Anak balita merupakan satu-satunya kelompok usia yang belum tercakup dalam program vaksinasi Covid-19. Kehadiran vaksin bagi balita ini diharapkan dapat membantu para orangtua yang harus menghadapi karantina dan penutupan tempat-tempat pra-sekolah dan penitipan anak.
"Memiliki vaksin yang aman dan efektif bagi anak-anak di kelompok usia ini menjadi prioritas," kata penjabat Komisaris FDA Janet Woodcock, mengutip Reuters.
Pfizer Inc dan BioNTech SE mulai mengajukan data untuk izin penggunaan darurat meskipun mereka belum memenuhi target penting dalam uji klinis terhadap kelompok usia 2-4 tahun.
Pengajuan data dilakukan atas permintaan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk memenuhi kebutuhan mendesak di sektor kesehatan publik bagi kelompok usia tersebut, kata mereka.
Pfizer dan BioNTech mengatakan mereka meminta persetujuan FDA atas penggunaan dua dosis pertama dari rejimen tiga-dosis vaksin buatan mereka. Dan keputusan tentang hal itu diharapkan akan keluar paling cepat bulan ini.
"Jika dua dosis diizinkan, para orangtua akan punya kesempatan untuk mulai mengimunisasi anak-anak mereka dengan vaksin Covid-19 sambil menunggu persetujuan bagi dosis ketiga," kata CEO Pfizer Albert Bourla, mengutip dari Antara.
Dia mengatakan, perusahaannya yakin tiga dosis vaksin akan diperlukan "untuk mencapai level perlindungan tinggi terhadap varian saat ini dan di masa depan".
Kedua perusahaan diharapkan dapat menyelesaikan pengajuan data ke FDA dalam beberapa hari mendatang. Data tentang dosis ketiga akan diajukan kemudian.
Baca Juga: Distribusi Vaksin Covid-19 Belum Merata, Studi Terbaru Ini Sentil Negara-negara Kaya
Pfizer dan BioNTech tengah menguji dosis 3 mikrogram vaksin pada kelompok usia balita. Dosis itu lebih rendah dari 10 mikrogram vaksin untuk anak 5-11 tahun dan 30 mikrogram untuk anak usia 12 tahun ke atas.
Kedua perusahaan mengatakan mereka berharap memiliki pasokan dosis 3 mikrogram yang cukup jika FDA mengizinkan vaksin tersebut.
Pengajuan izin oleh Pfizer-BioNTech dapat mempercepat vaksinasi bagi kelompok usia balita bulan ini.
Pfizer saat ini sedang menguji dua dosis dengan jarak waktu tiga pekan, diikuti dengan dosis ketiga minimal delapan pekan kemudian.
Pada Desember, Pfizer mengatakan pihaknya sedang mengubah percobaan klinisnya untuk menguji versi tiga-dosis dari vaksin tersebut karena dosis rendah menghasilkan respons kekebalan yang lebih lemah pada anak usia 2-4 tahun dibandingkan respons pada usia 16-25 tahun.
Pada anak usia 6 bulan hingga 24 bulan, vaksin tersebut memicu respons kekebalan yang setara dengan usia 16-25 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini