Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Global Cancer Observation (Globocan) tahun 2020 memperlihatkan, kanker paru menjadi salah satu kanker dengan angka kejadian tertinggi di Indonesia, di mana terdapat 34.783 kasus baru dan 30.843 kematian akibat kanker paru selama tahun 2020.
Kanker paru juga termasuk jenis kanker yang paling banyak terjadi pada laki-laki, di mana setidaknya 25.943 kasus atau sekitar 14,1 persen dari seluruh kasus kanker baru terjadi pada laki-laki.
Namun, angka kesintasan kanker paru terbilang cukup rendah. Data dari jurnal The Lancet Oncology, salah satu jurnal penelitian dari Eropa tahun 2014 memperlihatkan hanya sekitar 13,7 persen pasien kanker paru yang masih bertahan dalam 5 tahun setelah diagnosis ditegakkan, sementara rata-rata lama hidup pasien setelah diagnosis kanker paru adalah 8 bulan
Kanker paru juga termasuk penyakit dengan dampak yang multidimensi. Berdasarkan penelitian dari Japanese Journal of Clinical Oncology tahun 2014, pasien dengan kanker paru memiliki kualitas hidup yang lebih rendah dibandingkan pasien kanker lainnya dikarenakan tekanan mental yang dirasakan.
Hal ini karena biaya pengobatannya yang besar dan berpotensi mempengaruhi produktivitas keluarga atau pengasuh pasien, yang seringkali semestinya sedang berada dalam masa puncak produktivitas mereka. Berbagai jurnal penelitian dari Eropa dan Amerika menunjukkan dampak ekonomi dan sosial kanker paru diperkirakan yang terbesar di antara semua jenis kanker.
Oleh karena itu, Direktur Eksekutif, Research of Indonesian Association for the Study on Thoracic Oncology (IASTO), Prof. dr. Elisna Syahruddin, Sp.P(K), Ph.D. menekankan pentingnya pengendalian faktor risiko kanker paru sebagai salah satu langkah penting untuk mencegah dan menurunkan jumlah insiden kanker paru khususnya di Indonesia.
3. Aktivitas Fisik
Selain pemeriksaan kesehatan berkala, upaya lainnya yang bisa dilakukan demi mencegah kanker yakni rajin beraktivitas fisik, melakukan diet seimbang, beristirahat cukup dan mengelola stres.
Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan, seseorang perlu beraktivitas setidaknya 30 menit per hari selama 5 kali seminggu. Aktivitas ini bisa dilakukan sebanyak 3 kali sehari sekali 10 menit atau 2 kali sehari selama 15 menit.
4. Diet
Dalam hal diet, seperti dikutip dari WebMD, termasuk membatasi asupan daging merah, minuman beralkohol, makanan yang digoreng dan gula olahan.
Orang-orang disarankan mengonsumsi biji-bijian seperti gandum utuh, barley, dan oat, serta banyak asupan buah dan sayuran. Banyak buah dan sayuran memiliki potensi melawan kanker, misalnya, likopen, fitokimia dalam tomat yang terbukti memperlambat pertumbuhan tumor payudara, paru-paru, dan endometrium serta mengurangi risiko kanker prostat, lambung dan pankreas.
5. Istirahat dan kelola stres
Sementara dalam hal istirahat, menurut CDC, orang dewasa membutuhkan 7 jam atau lebih tidur per malam untuk kesehatan dan kesejahteraannya. Durasi tidur pendek didefinisikan sebagai kurang dari 7 jam tidur per periode 24 jam. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Dari Lupus hingga Kanker Tiroid: Perjuangan Niken di Buku Saya Bukan Dokter
-
Berkat Dukungan Caregiver dan YKAKI, Anak Kanker Bisa Sekolah Saat Berobat
-
Dari Mana Asal Sel Kanker? Ini Pemicu dan Ciri-cirinya
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?