Suara.com - Meski olahraga merupakan kegiatan fisik yang positif, namun kesalahan kecil saja saat berolahraga, bisa berakibat cukup fatal. Terutama bagi kelompok tertentu seperti ibu hamil. Diketahui, tak semua jenis olahraga cocok untuk ibu hamil.
Dikutip dari Pregactive, ditulis Rabu (9/2/2022), berikut ini lima jenis olahraga yang baiknya dihindari oleh perempuan hamil.
1. Olahraga Kontak Fisik
Meski terkesan aman karena dilakukan bersama keluarga atau teman di halaman rumah, tapi beberapa olahraga dengan kontak fisik sebaiknya tidak dilakukan seperti menunggang kuda, sepak bola, bola basket hingga bola voli.
2. Hot Yoga
Yoga dengan suhu normal atau luar ruangan terbuka di area hijau seperti taman, sangat disarankan untuk ibu hamil.
Tapi untuk olahraga seperti hot yoga yang dilakukan di suhu ruangan yang suhunya mencapai 100 derajat atau lebih tinggi sebaiknya tidak mereka lakukan.
Ini karena mengekspos janin ke suhu tinggi bisa menyebabkan hipertermia yang bisa menyebabkan cacat lahir atau persalinan prematur.
3. Melompat di Atas Trampolin
Entah menggunakan trampolin di halaman belakang, atau secara khusus datang ke pusat trampolin, sebaiknya jangan dilakukan ibu hamil.
Ini karena ada risiko jatuh yang sangat tinggi, apalagi keseimbangan ibu hamil sangat rendah. Risikonya cidera pergelangan kaki atau tangan saat mendarat.
4. Olahraga Angkat Beban
Berapapun usia kandungan, perempuan hamil sangat tidak disarankan melakukan olahraga angkat beban. Jenis olahraga tersebut bisa memberikan tekanan yang besar di sendi dan ligamen.
Baca Juga: Studi: Vaksinasi Covid-19 Pada Ibu Hamil Hasilkan Antibodi yang Bertahan Lama pada Bayi
Sedangkan hormon relaxin yang memicu perempuan hamil sering alami sakit punggung, maka olahraga akan membuat sakit punggung semakin menjadi-jadi.
5. Olahraga Intensitas Tinggi
Meningkatkan detak jantung memang baik dalam berolahraga karena menyehatkan jantung, tapi jika detak jantung naik berlebihan bisa jadi ancaman untuk kehamilan.
Jenis olahraga ini bisa membahayakan nyawa ibu dan janin yang di kandungnya. Sehingga olahraga dengan intensitas rendah sangatlah direkomendasikan untuk ibu hamil.
Berita Terkait
-
Ibu Hamil Sebaiknya Hindari Kandungan Skincare Ini selama Kehamilan, Bisa Mengganggu Perkembangan Janin
-
Bidan Diduga Tidak Melayani dengan Baik Ibu Hamil hingga Bayinya Meninggal, DPRD Probolinggo Sebut Ada Kesalahan SOP
-
Ini Gejala Omicorn pada Ibu Hamil dan Langkah untuk Mencegahnya, Bumil Wajib Waspadai Tanda-tanda Berikut!
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026