Suara.com - Sebuah penelitian menemukan jalan kaki 20 menit setiap hari bisa mengurangi risiko masalah jantung pada usia di atas 70 tahun.
Para ilmuwan di Italia mengatakan tidak ada kata terlambat bagi semua orang yang ingin teta bugar dan terhindar dari masalah jantung ketika lansia.
Profesor Gianfranco Sinagra, dari Universitas Trieste, mengatakan aktivitas fisik salah satu cara paling manjur untuk mencegah masalah jantung, seperti jalan kaki.
Bahkan dilansir dari The Sun, sejumlah aktivitas fisik bisa memberikan efek menguntungkan pada orang lanjut usia.
Dalam studi tersebut, para ilmuwan memeriksa catatan medis selama 20 tahun dari sekitar 2.800 orang berusia di atas 65 tahun.
Pada orang-orang yang aktif, olahraga sedang atau berat selama 20 menit per hari, seperti berjalan, bermain bowling, memancing, berkebun, bersepeda, berenang, atau gym bisa membantu menurunkan risiko masalah jantung.
Studi ini menemukan pria yang aktif memiliki risiko 52 persen lebih rendah mengalami masalah jantung daripada pria yang sering diam selama usia tersebut.
Mereka 26 persen lebih kecil kemungkinannya terkena penyakit jantung, 34 persen lebih kecil terkena penyakit arteri koroner, dan 28 persen lebih rendah risiko gagal jantung.
Dalam penelitian ini, wanita juga mengalami penurunan risiko masalah jantung setelah jalan kaki, meskipun tidak sebanyak pria.
Baca Juga: Dapat Soal Tentang Virus Corona, Warganet Ini Langsung Todong Minta Jawaban ke Satgas Covid-19 IDI
Manfaat olaharaga ini lebih besar pada orang yang berusia awal 70 tahunan dan dilakukan secara teratur.
"Risiko masalah jantung selalu lebih rendah di antara pria dan wanita yang aktif, seperti halnya risiko kematian secara keseluruhan.
Hasil ini menunjukkan bahwa kebijakan kesehatan masyarakat harus aktivitas fisik bagi semua orang, paling tidak berjalan kaki.
Hal ini muncul setelah penelitian oleh Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston, mengungkapkan orang yang lebih bahagia juga memiliki risiko masalah jantung yang lebih rendah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS