Suara.com - Kasus Covid-19 varian omicron semakin tinggi dikarenakan virus ini lebih mudah menyebar dari varian sebelumnya. Banyak orang yang terkena Omicron memiliki gejala awal kena Omicron yang lebih ringan dan mirip dengan gejala flu biasa.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut gejala omicron yang banyak dikeluhkan orang seperti batuk kering dan sesak napas. Sementara itu Kepala Asosiasi Medis Afrika Selatan, dr. Angelique Coetzee menyebutkan bahwa gejala omicron berbeda dengan varian Delta dan terkesan gejala awal kena Omicron mirip dengan flu biasa.
Berikut ini gejala awal kena Omicron yang wajib untuk dipahami sebagai bentuk pencegahan dan pengobatan secara dini.
Gejala Awal Kena Omicron
Gejala awal kena Omicron ini serupa dengan flu biasa yakni batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri sendi dan sakit kepala. Gejala omicron juga dapat menyebabkan kehilangan indera penciuman dan indera perasa.
1. Sakit Tenggorokan
Para ahli menyebutkan sakit tenggorokan seperti nyeri atau gatal menjadi gejala awal kena omicron yang banyak dikeluhkan oleh pasien Omicron.
2. Hidung tersumbat
dr. Laraine Washer menyatakan bahwa pasien omicron mengalami gejala awal kena Omicron salah satunya adalah hidung tersumbat.
Baca Juga: Dokter Reisa Bersyukur Covid-19 yang Mendominasi Saat Ini Adalah Varian Omicron
"Bagi banyak orang, terutama mereka yang sudah divaksin dan dalam kondisi sehat, saat terpapar Omicron mengalami gejala yang ringan. Termasuk gejala saluran pernapasan atas seperti pilek, hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, dan sakit kepala," terang dr Laraine Washer.
3. Batuk
Selain sakit tenggorokan dan hidung tersumbat, gejala awal kena omicron adalah batuk yang terjadi secara terus menerus. dr. Laraine Washer menyatakan, "Batuk dan kelelahan juga menjadi gejala umum bagi orang yang terpapar Omicron. Ada yang mengatakn gejala Omicron menyerang ke paru-paru bagian atas”.
4. Kelelahan
Mengalami kelelahan adalah gejala awal yang dilaporkan oleh pasien Covid-19 varian omicron yang dikutip dari India Times. Namun demikian, kelelahan bisa saja ditimbulkan dari masalah kesehatan lainnya. Sehingga pasien omicron dapat melakukan tes untuk memastikan kondisinya.
5. Demam
Demam menjadi salah satu gejala awal dari omicron yang umum terjadi. Menurut Coetzee, varian omicron menginduksi suhu tubuh sehingga tubuh dapat secara perlahan pulih dengan sendirinya ketika mengalami demam.
Jika mengalami gejala awal kena Omicron, dapat melakukan tes swab PCR sebagai cara mendeteksi virus dan sebagai tindakan pencegahan virus Omicron agar tidak lebih parah.
Meski gejala Omicron lebih ringan dari varian sebelumnya, para ahli tetap merekomendasikan untuk menerapkan protokol kesehatan agar fasilitas kesehatan tidak dipenuhi oleh banyak pasien.
Demikian informasi mengenai gejala awal kena omicron yang harus diwaspadai. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan untuk mengetahui gejala omicron.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
-
33 Balita di Indonesia Meninggal Akibat Omicron, Masih Bisakah Disebut Ringan?
-
Covid-19 Omicron Masih Melonjak, Luhut: Tidak Perlu Panik
-
Alert! Varian Omicron Mulai Menyerang Orang Yang Telah Divaksin Covid-19 Booster
-
Sering Pusing dan Kelelahan, Awas Bisa Jadi Tanda Gejala Omicron Siluman
-
Kasus Positif Covid-19 Turun Dalam 3 Hari Terakhir, Gelombang Ketiga Omicron Telah Mereda?
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia