Suara.com - Ada anggapan memberikan jus buah terlalu banyak pada anak bisa membuatnya menjadi gemuk, mitos atau fakta ya?
Jus tidak hanya memberi rasa yang enak dan juga manis. Tetapi, kandungan buahnya juga baik untuk kesehatan seseorang. Baik itu orang dewasa maupun anak-anak.
Selain itu, jus juga mengandung tinggi vitamin dan juga mineral. Sumber ini dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh, serta mencegah munculnya berbagai penyakit.
Tak cuma itu, jus yang berasal dari buah-buahan juga penting untuk perkembangan si anak. Sebab, buah mengandung beberapa sumber. Mulai dari vitamin A, B, C, E, kalsium, zat besi, serat, hingga asam folat.
Dosen Prodi Gizi Universitas Esa Unggul & Co-Founder Sahabat Gizi Community, Anugrah Novianti, pun angkat bicara terkait anggapan jus buah bisa membuat anak gemuk.
“Jus itu justru tidak bisa bikin gemuk. Karena kan itu lebih ke buah dan sayur yang memiliki kandungan serat,” ungkap Anugrah dalam acara webinar Gizi Seimbang, Buah Hati Tumbuh Senang, beberapa waktu yang lalu.
“Kecuali kalau ditambah gula, itu bisa bikin gemuk. Tapi untuk anak-anak, sangat disarankan untuk tidak diberikan gula, justru kita harus mencegah agar anak tidak kelebihan berat badan,” ungkapnya lebih lanjut.
Anugrah menambahkan, penting bagi orangtua untuk memperhatikan gizi seimbang anak. Dengan gizi yang seimbang, ini akan berdampak baik untuk perkembangan anak.
“Tetap harus diperhatikan gizi seimbangnya, tidak harus dari jus. Ketika melihat pedoman gizi seimbang, balik lagi kita perhatikan sumber karbohidrat, protein hewani, nabati, sayur dan buah. Jadi semua dan dikombinasi,” tutur Anugrah.
Baca Juga: Keseringan Makan Cokelat Bisa Bikin Jerawatan, Mitos atau Fakta?
Berita Terkait
-
Ini Dia Drive Thru Kafe Jus Buah Pertama di Indonesia yang Bikin Sehat Makin Praktis
-
4 Blender Portable Mini untuk Bikin Jus Buah bagi Pekerja Kantoran, Praktis dan Cepat
-
Manfaat Jus Bit Buatan Dearly Joshua Buat Ari Lasso, Padahal Ampuh Cegah Tekanan Darah Tinggi
-
5 Resep Jus Detox yang Ampuh Menjaga Kesehatan Tubuh, Lawan Radikal Bebas Akibat Paparan Polusi
-
Mulai Gaya Hidup Sehat dengan Re.juve + Promo Eksklusif BRI
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya