Suara.com - Penelitian dalam jurnal JAMA Pediatrics melaporkan, orang yang mengalami obesitas, memiliki kebiasaan merokok setiap hari atau memiliki diagnosis gangguan psikologis selama masa remaja, dapat menua lebih cepat dari rekan seusianya.
Para peneliti menganalisis data dari 910 peserta studi Dunedin di Selandia Baru.
Mereka melacak kesehatan dan perilaku penduduk Dunedin yang lahir antara April 1972 hingga Maret 1973. Kemudian mengikuti setiap orang sejak usia 3 hingga 45 tahun.
Penilaian di kemudian hari ditemukan, setidaknya satu kondisi kesehatan remaja dan ukuran hasil, termasuk laju penuaan, kecepatan gaya berjalan, usia otak, dan usia wajah.
Analisis data dilakukan dari 11 Februari 2021 hingga 27 September 2021.
Asma, merokok, obesitas, dan gangguan psikologis rata-rata terjadi mulai usia 11, 13, dan 15 tahun.
Menurut skor komposit faktor penuaan, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut, remaja yang merokok setiap hari, mengalami obesitas atau memiliki diagnosis gangguan psikologis secara biologis, lebih tua pada usia paruh baya.
Itu tidak terjadi pada remaja dengan asma, yang dicatat oleh peneliti berbeda dengan proposal dari penelitian sebelumnya.
Mereka yang memiliki dua atau lebih penyakit penyerta secara biologis lebih tua daripada yang tidak memiliki kondisi kesehatan apa pun.
Baca Juga: Beda Penumpukkan Lemak Obesitas Pada Laki-Laki dan Perempuan, Mana yang Lebih Mudah Lakukan Diet?
Analisis sekunder juga ditemukan bahwa mereka yang memiliki masalah kesehatan memiliki laju penuaan yang lebih cepat, usia otak yang lebih tua, dan usia wajah yang lebih tua daripada usia paruh baya dan berusia hampir tiga bulan lebih cepat setiap tahun dibandingkan dengan peserta yang tidak memiliki kondisi kesehatan tersebut.
Kelompok itu juga berjalan 11,2 sentimeter per detik lebih lambat, memiliki usia otak yang lebih tua dua setengah tahun, dan memiliki usia wajah yang lebih tua hampir empat tahun dibandingkan mereka yang tidak.
Penulis studi mengukur laju penuaan dengan penilaian berulang indeks massa tubuh (BMI), rasio pinggang ke pinggul, tes darah, hormon untuk mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak, tekanan darah, kolesterol, kerusakan gigi, kebugaran kardiorespirasi, dan MRI otak.
Status asma dinilai dengan menggunakan wawancara standar peserta oleh spesialis paru. Status merokok dinilai menggunakan laporan sendiri dari hasil wawancara langsung.
Para peneliti juga menyimpulkan bahwa kondisi ini dapat diobati selama masa remaja untuk mengurangi risiko penuaan biologis lebih cepat di kemudian hari.
"Mengobati kondisi kesehatan anak yang dapat dimodifikasi ini dapat mencegah akumulasi penyakit kronis, perkembangan kecacatan, dan risiko kematian dini di masa dewasa dengan mengurangi risiko penuaan biologis yang dipercepat," tulis peneliti, dikutip dari Fox News.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien