Suara.com - Makanan yang kita konsumsi ternyata berinteraksi dengan genom, cetak biru genetik yang tugasnya mengarahkan cara tubuh berfungsi hingga ke tingkat sel.
Interaksi antara makanan dan gen ini dapat memengaruhi kesehatan, fisiologi, dan umur panjang seseorang.
Ahli biologi molekuler Monica Dus dari Universitas Michigan, sedang meneliti interaksi antara makanan, gen, dan otak, dalam upaya untuk lebih memahami bagaimana makanan memengaruhi biologi kita.
Interaksi makanan dan gen
Menurut laporan Science Alert, makanan terdiri dari makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta mikronutrien, seperti vitamin dan mineral.
Senyawa tersebut dan produk pemecahnya dapat memicu perubahan genetik yang berada di dalam genom.
Seperti sakelar yang mengontrol intensitas cahaya, 'sakelar' genetik menentukan berapa banyak produk gen tertentu yang dihasilkan.
Pada manusia dan tikus, produk sampingan dari asam amino metionin diketahui memengaruhi regulasi genetik yang penting untuk pertumbuhan dan pembelajan sel.
Vitamin C juga berperan dalam menjaga kita tetap sehat dengan melindungi genom dari kerusakan oksidatif, membuatnya dapat memperbaiki genom jika rusak.
Baca Juga: 13 Makanan yang Tidak Boleh Dimasukkan ke Dalam Kulkas, Salah Satunya Cokelat
"Tetapi penting untuk dicatat bahwa hingga saat ini, sebagian besar penelitian dilakukan pada model hewan, seperti lebah," jelas Dus.
Menariknya, kemampuan nutrisi untuk mengubah aliran informasi genetik dapat menjangkau lintas generasi.
Studi menunjukkan bahwa pada manusia dan hewan, pola makan kakek-nenek memengaruhi aktivitas peralihan genetik dan risiko penyakit serta kematian cucu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi