Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pandemi global pada Maret 2020 karena banyaknya penyebaran virus corona Covid-19 di seluruh dunia,
Namun, setelah dua tahun berselang dan banyak 'alat' pencegahan Covid-19, banyak ahli percaya SARS-CoV-2 tidak akan pernah bisa diberantas.
Jadi, pada titik tertentu dunia akan beralih dari 'pandemi' ke fase 'endemik'. Berdasarkan ABC News, pandemi merupakan penyebaran penyakit yang luas dan cepat, dengan kasus meningkat secara eksponensial di wilayah yang luas.
Sementara itu, virus endemik akan selalu ada dan penyebarannya dapat diprediksi sehingga dokter dapat bersiap serta beradaptasi. Contoh dari virus endemik adalah flu musiman.
Perlu situasi di mana kita memiliki tingkat latar belakang supaya pandemi mencapai fase endemik. Artinya, memang masih ada orang yang terinfeksi, tetapi jumlahnya tidak akan membludak.
Misalnya, virus influenza H1N1 memiliki varian yang telah menyebabkan pandemi di masa lalu, seperti flu Spanyol pada 1918 dan flu babi pada 2009.
Varian-varian influenza tersebut sekarang menjadi bagian dari virus pernapasan yang sering kita jumpai.
Namun, profesor kedokteran Paul Goepfert dari University of Alabama mengatakan tidak ada aturan periode waktu kapan pandemi akan menjadi endemik.
Tanpa mengetahui apakah mungkin akan ada varian lain dan pola penyakit yang dapat diprediksi, makan masih terlalu dini untuk mengetahui apakah suatu wilayah telah mencapai endemik.
Baca Juga: Menyedihkan, Burung Endemik Kakatua Jambul Kuning di Sulawesi Tengah Tersisa 2 Ekor
Banyak ahli mengatakan hanya waktu yang akan menentikan apakah akan muncul virus corona varian baru dan menyebabkan masalah besar.
“Endemis adalah di mana Anda melihat angka yang rendah secara konsisten, sistem perawatan kesehatan mampu mengelolanya [dan] orang bisa mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan,” tandas asisten profesor Natasha Chida dari divisi penyakit menular di Universitas Johns Hopkins.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah