Suara.com - Bagi Anda yang menderita diebetes atau ingin mencegah diabetes, atau sekadar sedang melakukan diet ketogenik yang menerapkan pola makan rendah karbohidrat, perlu memerhatikan makanan apa saja yang bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Termasuk buah.
Banyak orang menganggap bahwa buah-buahan sangatlah aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Padahal, beberapa buah berpotensi meningkatkan kadar gula darah dan dapat memicu bahaya dari penyakit diabetes yang Anda derita.
Berikut adalah 9 buah yang aman dikonsumsi untuk penderita diabetes, karena dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil, mengutip Camille Style:
1. Raspberi
Setengah cangkir raspberry (60 gram) mengandung sekitar tiga gram karbohidrat. Raspberry memiliki mineral yang disebut mangan, yang diperlukan untuk kesehatan tulang dan kulit. Ini juga membantu mengatur kadar gula darah.
2. Blackberry
Setengah cangkir blackberry (70 gram) mengandung sekitar empat gram karbohidrat. Seperti semua jenis buah beri lainnya, blackberry memberikan berbagai manfaat kesehatan seperti antioksidan, vitamin, dan mineral. Buah ini juga bersifat anti-inflamasi dan memiliki sifat anti-mikroba.
3. Stroberi
Delapan buah stroberi berukuran sedang (100 gram) mengandung sekitar enam gram karbohidrat. Stroberi diketahui dapat meningkatkan kolesterol HDL (baik), menurunkan tekanan darah, dan mencegah kanker.
Baca Juga: 5 Makanan Penambah Darah Alami, agar Sehat Sekaligus Mencegah Anemia
Stroberi mengandung berbagai vitamin, serat, dan antioksidan tingkat tinggi yang dikenal sebagai polifenol. Selain itu, stroberi adalah makanan bebas natrium, bebas lemak, bebas kolesterol, dan rendah kalori.
4. Plum
Satu buah plum berukuran sedang (65 gram) mengandung sekitar tujuh gram karbohidrat. Plum mengandung nutrisi untuk menurunkan peradangan, membantu sembelit, dan mengurangi kadar gula darah.
5. Kiwi
Satu buah kiwi berukuran sedang (70 gram) mengandung sekitar delapan gram karbohidrat. Kiwi kaya akan vitamin C dan serat makanan. Buah asam ini juga dapat mendukung kesehatan jantung, kesehatan pencernaan, dan kekebalan tubuh.
6. Ceri
Setengah cangkir ceri (75 gram) mengandung sekitar delapan gram karbohidrat. Ceri rendah kalori dan penuh dengan serat, vitamin, mineral, nutrisi, dan nutrisi lainnya, seperti kolin dan antioksidan. Anda juga akan mendapatkan vitamin C, A, dan K dari buah bertangkai panjang ini.
7. Bluberi
Setengah cangkir blueberry (75 gram) mengandung sekitar sembilan gram karbohidrat. Seiring dengan manfaat kesehatan penting lainnya, blueberry kaya akan vitamin K, yang memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan jantung dan kesehatan tulang. Bluberi juga merupakan buah yang lezat untuk membantu menyeimbangkan gula darah.
8. Melon
Satu cangkir melon (160 gram) mengandung sekitar 11 gram karbohidrat. Melon kaya akan air sehingga sangat menghidrasi. Selain itu, melon rendah karbohidrat, kaya akan elektrolit, dan memiliki sifat anti-inflamasi.
9. Persik
Satu buah persik berukuran sedang (150 gram) mengandung 13 gram karbohidrat. Dikenal sebagai apel Persia, buah persik sangat bagus untuk pencernaan, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan kaya akan beta karoten dan vitamin C untuk membantu mendukung kesehatan kulit. Buah persik juga bisa meningkatkan kesehatan jantung, mempercepat penyembuhan luka, dan mengurangi risiko penyakit kronis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang