Suara.com - Melahirkan dua anak dalam waktu bersamaan atau dikenal dengan kembar mungkin sudah jadi hal umum. Tapi bagaimana jika melahirkan dua anak dengan dua rentang waktu berbeda selama satu tahun?
Ya, perempuan asal Georgia melahirkan dua bayi dalam satu tahun karena masing-masing tumbuh di salah satu dari dua rahimnya.
Caroline Wortman menderita kondisi langka yang disebut didelphys rahim, yang berarti ia dilahirkan dengan dua sistem reproduksi - dan dua rahim.
“Memiliki anak selalu menjadi sesuatu yang saya tahu saya inginkan, tetapi saya hanya mencoba untuk tetap positif dan tidak terlalu memikirkannya. Tidak subur adalah cerita yang saya ceritakan pada diri saya sendiri selama sepuluh tahun," kata dia seperti dilansir dari The Sun.
Tapi ceritanya dengan cepat berubah dengan dua kehamilan dalam hitungan bulan. Wortman pertama kali hamil setelah mencoba selama beberapa bulan setelah pernikahannya akhir 2019 dengan suaminya, Nate Daniel Wortman.
Dia melahirkan bayi perempuan Josie pada 2 Januari 2021. Hanya enam bulan setelah melahirkan putrinya, Wortman menemukan dia hamil sepuluh minggu dengan bayi lagi.
Pada USG pertamanya, terungkap bahwa anak keduanya, laki-laki, tumbuh di rahimnya yang lain.
"Bayinya cukup kecil setiap kali untuk melihat rahim yang lain dan memastikan di sisi mana bayi itu berada - Josie di kanan, Brooks di kiri," katanya.
Sementara kehamilan dengan didelphys rahim dapat menyebabkan komplikasi serius, Wortman memiliki kehamilan yang normal. Tapi dia melahirkan hanya dalam 33 minggu dan lima hari. Putranya, Brooks Daniel Hayes Wortman, lahir pada 26 Desember 2021. Kelahiran prematur sering merupakan komplikasi bagi perempuan dengan didelfis uteri.
"Saya tidak ingat benar-benar menemukan cerita yang berhubungan dengan diagnosis spesifik saya selama kehamilan saya, jadi saya berharap ini bisa terjadi pada setidaknya satu perempuan," kata Wortman.
Didelphys uteri adalah kondisi langka yang dialami beberapa perempuan sejak lahir. Saat embrio tumbuh, rahim mulai keluar sebagai dua tabung kecil. Akhirnya, mereka harus menyatu bersama untuk membentuk sistem reproduksi. Tetapi pada beberapa perempuan mereka tidak menyatu, menghasilkan dua rahim yang terpisah.
Wortman mengetahui dia menderita didelphys rahim setelah pemeriksaan ginekologi pada usia 18 tahun.
Dia ingat bertanya kepada dokter apa artinya dan ingat "dia mengatakan kepada saya bahwa saya mungkin tidak subur dan jika saya hamil, kemungkinan akan rumit dan berisiko tinggi."
Wortman telah membagikan kisahnya di TikTok, menerima lebih dari 930.000 tampilan dengan harapan meningkatkan kesadaran akan masalah kesuburan.
“Menjadi tidak subur dan berpikir Anda akan tidak subur adalah dua hal yang sangat berbeda, tetapi saya hanya akan mendorong perempuan untuk tidak menyerah jika mereka ingin menjadi ibu, dan untuk tidak mengambil kata-kata dokter sebagai segalanya dan mengakhiri segalanya,” kata Wortman. .
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala