Suara.com - Seorang wanita bernama Sandra (28) asal Budapest, Hungaria, mengaku jatuh cinta kepada sebuah pesawat mainan yang ia beli seharga kurang lebih Rp 9,4 juta.
Sedari kecil Sandra memang sudah menyukai pesawat dan perasaannya ini bertahan hingga dewasa. Sampai akhirnya bekerja di industri penerbangan, sehingga bisa dikelilingi oleh pesawat setiap hari.
Hingga akhirnya ia bertemu dengan 'Luffancs', sebuah pesawat plastik. Ia seketika jatuh cinta dan berpikir bahwa ia bisa menjalin hubungan asmara dengan benda tersebut.
Januari lalu, setelah ia putus dari kekasih prianya, Sandra membeli satu pesawat plastik yang ia cintai layaknya manusia.
"Aku tidak tahu bagaimana bisa aku jatuh cinta padanya (pesawat plastik). Aku hanya mencintainya. Dia sangat tampan dan belahan jiwaku," ujar Sandra, dilansir Oddity Central.
Meski setiap hari Sandra dikelilingi pesawat sungguhan, ia mengaku tidak akan selingkuh dari Luffancs. Walau ia terkadang mencium dan memegang pesawat-pesawat lain.
Menurut Sandra, memiliki hubungan asmara dengan Luffancs lebih baik dari pada berpacaran dengan manusia yang pernah dijalaninya.
Bahkan, Sandra tidak tahu apakah ia akan berpacaran dengan manusia lagi atau tidak.
"Aku tidak yakin apakah aku akan kembali ke hubungan manusia. Pesawat lebih bisa diandalkan sebagai pasangan. Aku tahu aku akan selalu bisa ngobrol dengan mereka," sambung Sandra.
Baca Juga: Ditanya Soal Orientasi Seksual, Jawaban Indra Bruggman Menohok Banget!
Ia melanjutkan, "Aku belum pernah merasakan hal seperti ini dengan pasangan sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku jatuh cinta."
Orientasi seksual objectophilia
Kondisi yang dialami oleh Sandra dapat disebut Objectophilia, orientasi seksual yang cenderung memiliki keterikatan asmara kuat terhadap objek atau struktur.
Istilah ini muncul pada awal tahun 2017, setelah seorang wanita bernama Carol Santa Fe (45) menjadi berita utama karena menikahi stasiun kereta api.
Ahli psikologi Shivani Misri Sadhoo, dilansir Hindustan Times, menjelaskan lima alasan seseorang memiliki orientasi objectophilia.
1. Isolasi sosial
Berita Terkait
-
Rumah Sakit di Ukraina Hancur Dibombardir Pesawat Rusia, Antonio Guterres: Mengerikan, Setop Pertumpahan Darah Sekarang!
-
Satu Lagi Mantan Petinggi Garuda Jadi Tersangka Kasus Pengadaan Pesawat, Langsung Ditahan
-
Naik Pesawat Tak Perlu Tes PCR atau Antigen, Penumpang di Bandara SMB Palembang II Naik 100 Persen
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026