Suara.com - Seperti orang dewasa, kesehatan kulit bayi juga perlu dapat perhatian, salah satunya dengan penggunaan skincare bayi yang tepat, seperti moisturizer atau pelembab.
Apalagi diungkap Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK kulit bayi belum mampu memproduksi minyak atau sebum yang sempurna, sehingga kulit lebih kering dan cenderung lebih sensitif.
Itulah sebabnya orangtua perlu tahu tata cara menggunakan pelembab untuk bayi, tidak berlebihan ataupun kekurangan, seperti yang dijelaskan dr. Arini sebagai berikut:
1. Pastikan Pilih Skincare yang Tepat
Lantaran umumnya kulit bayi cenderung kering, maka pastikan orangtua sudah memilih skincare yang tepat, yaitu dengan pH balance, hipo alergenic atau rendah bahan pemicu alergi.
2. Gunakan Tiga Skincare Wajib Bayi
Jika banyak orangtua menggunakan skincare yang jumlahnya macam-macam, seperti minyak esensial, tenyata hanya ada 3 skincare wajib bagi bayi menurut dr. Arini.
"Skincare yang dipilih juga sebaiknya tidak bermacam-macam, skincara yang diperlukan untuk bayi adalah pembersih atau cleanser, pelembab, dan untuk bayi di atas 6 bulan baru boleh gunakan tabir surya," jelas dr. Arini dalam acara diskusi beberapa waktu lalu.
3. Tidak Sembarang Pakai Bedak
Baca Juga: Nggak Perlu Mahal, Ini 5 Rutinitas yang Bikin Wajah Mulus Bak Kulit Bayi
Meski aroma bedak banyak disukai banyak orang, tenyata menurut dr. Arini bedak sebaiknya digunakan sesuai indikasi dan kondisi anak.
"Jadi jika memang ada indikasi tertentu yang perlu menggunakan bedak boleh diberikan, dengan cara yang tepat," jelas dr. Arini.
4. Jangan Gunakan Pelembab di Bagian Lipatan
Meski dr. Arini menyarankan penggunaan pelembab di seluruh tubuh bayi kecuali kepala. Namun disarankan bagian lipatan bayi baiknya hindari penggunaan pelembab.
"Nagian lipatan tersebut cenderung lebih lembap, kadang kalau kelembapannya berlebihan kita takut jamur dan lain-lain," jelas dr. Arini.
5. Gunakan Rumus Ruas Jari
Penggunaan pelembab yang berlebihan menyebabkan jamur dan bakteri mudah hinggap, sehingga dr. Arini memberikan aturan pemakaian pelembab pakai rumus ruas jari.
"Jadi kalau dilihat jari, satu ruas jari itu untuk wajah dan leher, kemudian tangan dan punggung itu satu ruas jari. Kemudian untuk badan satu setengah ruas jari, kalau kaki satu setengah ruas jari, dan untuk badan depan itu satu ruas jari," tutup dr. Arini.
Berita Terkait
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Bayi dan Anak Sebaiknya Pakai Sunscreen SPF Berapa? Ini Pilihan yang Aman Digunakan
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 Rekomendasi Parfum Wangi Bayi untuk Dewasa, Aromanya Segar dan Tahan Lama
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Multisport, Tren Olahraga yang Menggabungkan Banyak Cabang
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker