Suara.com - Yoga merupakan jenis olahraga yang melibatkan meditasi dengan teknik peregangan, pernapasan, keseimbangan, dan kelenturan demi mencapai keselarasan antara emosi, jiwa, mental, spiritual, serta tubuh Anda.
Ada banyak macam yoga, salah satunya Khecar Mudr. Namun, praktik yoga ini cukup kontroversial dan dianggap tidak jelas.
Khecar Mudr hanya melibatkan bagian lidah saja. Orang yang melakukannya akan menggulung lidah ke belakang hingga dapat memasuki rongga hidung.
Meski terdengar tidak mungkin karena keterbatasan panjang lidah, tetapi praktisi yoga mengatakan untuk tidak mengkhawatirkannya.
Sebab, itulah fungsi latihan tahap lanjut yang disebut 'khecar mu'dr'. Mereka akan memotong frenulum linguae secara bertahap.
Frenulum linguae merupakan lipatan mukus membran yang membentang dari bagian bawah kulut hingga bagian tengah bawah lidah.
Pada tahap awal, seseorang berlatih menggulung lidah ke belakang sejauh mungkin sehingga ujung lidah dapat menyentuh langit-langit lunak di bagian belakang mulut atau uvula.
Khecar mudr sejati dikatakan menyegel energi Bindu dan memberi para yogi (praktisi yoga) yang mampu menariknya dari kekuatan spiritual..
Namun, untuk mencapai kekuatan tersebut, seseorang harus melengkungkan lidahnya ke belakang sampai cukup jauh untuk memasukkannya ke dalam rongga hidung.
Baca Juga: Nyeleneh, Model Ini Jadi Sorotan karena Main Gitar Pakai Lidah, Malah Banjir Tawaran Menikah
"(Tujuannya) untuk menjilat nektar keabadian tertinggi yang mengalir di sana," menurut laporan Oddity Central.
Namun, latihan ini membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga tahunan dan dilakukan setiap hari. Agar lidah cukup bisa melengkung ke rongga hidung, frenulum linguae harus dipotong.
Bagian bawah lidah ini dipotong menggunakan pisau tajam dalam proses selama enam bulan. Setelahnya, tingkat lanjut khecar mudr dan sejumlah manfaat dapat dicapai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia