Suara.com - Keputusan berinvestasi tidak melulu didasari keinginan untuk memiliki masa depan yang aman. Kata psikolog, orang berinvestasi bisa terjadi karena beberapa alasan psikologis. Apa saja?
Menurut Psikolog klinis Ivan Sujana, M.Psi., Psikolog, setidaknya terdapat tiga emosi yang mudah tergugah ketika seseorang menghadapi penawaran investasi dari lingkup teman dan keluarga, yaitu rasa percaya (trust), rasa iri (envy), dan rakus/serakah (greedy).
Menurut Ivan, lingkaran orang terdekat atau relasi interpersonal sangat mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan. Emosi yang pertama kali muncul biasanya adalah rasa kepercayaan.
"Kalau kita berteman, apalagi ini sirkel terdekat kita, teman-teman terdekat atau bahkan kerabat saudara sendiri, kita akan cenderung lebih mudah percaya, 'Masa, sih, teman atau saudara akan berbuah jahat. Jadi rasa percaya emosi itu akan tergugah," kata Ivan.
Selain rasa percaya, rasa iri juga memiliki potensi untuk berkembang ketika seseorang mendapat penawaran investasi dari orang yang tampaknya telah berhasil. Rasa iri ini berarti ingin menjadi seperti orang lain tersebut.
"Misalnya, 'Temanku investasi lalu dapat keuntungan, aku iri sama dia, aku juga mau seperti itu'. Jadi ada rasa iri yang kemudian menjadi membakar semangat kompetisi kita, kompetisi dengan teman atau saudara," ujarnya.
Terakhir, ketika investasi telah berjalan, maka keinginan untuk memperoleh sesuatu yang lebih berpotensi berkembang pada diri seseorang hingga yang paling fatal cenderung menjadi rakus dan lupa mengerem dirinya sendiri.
"Biasanya ketika sudah mulai jalan investasinya, ada sifat rakus atau serakah. Jadi mau lagi, mau lagi, seperti tidak bisa berhenti. Ibaratnya kalau kita makan sudah mulai kenyang, tapi nggak berhenti-berhenti," kata Ivan.
Dalam kasus lain, penawaran investasi yang muncul di media sosial melalui penyampaian influencer juga rentan menggugah perasaan iri dan sifat rakus pada seseorang, meski rasa percaya tidak turut andil.
"Rasa percaya itu akan berpengaruh dari hubungan relasi interpersonal kita dengan orang-orang yang kita kenal. Tapi kalau dari media sosial, kebanyakan orang tidak kita kenal, ini akan menempuh jalur lain. Jadi emosi yang tergugah itu 'inginnya' dulu, keinginan itu yang dimainkan," ujar Ivan.
Ivan menekankan bahwa pengambilan keputusan dalam berinvestasi harus dilakukan dengan pemikiran yang rasional, terlepas dari siapapun yang menawarkan. Jika tidak berpikir rasional, maka seseorang cenderung mengedepankan emosi yang tidak berdasar.
"Masalah investasi itu harus berhitung. Mungkin pikiran rasionalnya (minimal) 90 persen, selebihnya tetap bukan emosi, sih, 10 persen itu intuisi," kata Ivan. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?
-
Mengapa Tempat Sampah yang Kotor Justru Membuat Orang Makin Sering Buang Sampah Sembarangan?
-
Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis
-
Kuliah di Persimpangan Zaman: Masihkah Menjadi Investasi Terbaik?
-
Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh