Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa masyarakat Indonesia telah memiliki antibodi ganda atau supper immunity. Hal itu, lanjut Menkes, yang membuat kasus Covid- 19 di Indonesia mulai terkendali.
Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud Menkes dengan super immunity? Dikutip dari ANTARA, Menkes menilai banyak masyarakat Indonesia memiliki antibodi ganda setelah terkena gelombang Delta.
Setelah gelombang Delta, banyak masyarakat Indonesia melakukan vaksinasi sehingga memiliki antibodi berdasarkan dari infeksi dan vaksinasi.
Ia menyampaikan, antibodi bisa dibentuk oleh infeksi yang alamiah atau bisa dibentuk dari vaksinasi buatan.
"Hasil penelitian menunjukkan kalau ada orang yang sudah pernah kena Covid-19 divaksinasi atau kebalikannya itu justru daya tahan tubuhnya atau antibodi tubuhnya sangat kuat dan bertahan lama," tuturnya.
Kekebalan itu yang membuat kasus COVID-19 di Indonesia mulai terkendali seiring angka reproduction number di Indonesia menuju satu.
Reproduction number adalah rata-rata banyak orang yang terinfeksi akibat terpapar dari satu orang yang positif atau sakit.
"Angka reproduction number Indonesia itu sudah semakin mendekati satu. Yang namanya epidemi yang terkontrol dari para epidemiologis itu kalau di reproduction number-nya di bawah satu," ujar Menkes Budi dalam konferensi pers "Panduan Protokol Kesehatan Ramadhan dan Idul Fitri" yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu malam.
Artinya, lanjut dia, reproduction number satu itu adalah dua orang menulari satu orang, atau tiga orang menulari dua orang.
"Kalau di atas satu artinya satu orang menulari dua orang, atau dua orang menulari tiga orang," paparnya.
Ia menambahkan, kasus COVID-19 di Indonesia diperkirakan kembali ke situasi seperti di bulan Oktober-November 2021, di mana reproduction number Indonesia di bawah satu.
"Menurut perkiraan para epidemiolog mungkin akhir bulan ini bisa kembali ke bulan-bulan Oktober-November," katanya.
"Angka reproduction number Indonesia itu sudah semakin mendekati satu. Yang namanya epidemi yang terkontrol dari para epidemiologis itu kalau di reproduction number-nya di bawah satu," ujar Menkes Budi dalam konferensi pers "Panduan Protokol Kesehatan Ramadhan dan Idul Fitri" yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu malam.
Artinya, lanjut dia, reproduction number satu itu adalah dua orang menulari satu orang, atau tiga orang menulari dua orang.
"Kalau di atas satu artinya satu orang menulari dua orang, atau dua orang menulari tiga orang," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?