Suara.com - Long Covid-19 merupakan gejala virus corona Covid-19 jangka panjang. Secara medis, kondisi ini juga disebut sebagai sindrom pasca-Covid-19.
Penelitian tentang Long Covid-19 pun sedang berlangsung. Tetapi, ada beberapa gejala yang tampaknya lazim pada mereka yang memiliki kondisi tersebut.
Menurut NHS dilansir dari Express, berikut ini beberapa gejala Long Covid-19.
- Sesak napas
- Batuk
- Sakit dada
- Palpitasi
- Kelelahan
- Demam, pusing dan sakit kepala
- Gangguan kognitif
- Gangguan tidur
- Delirium
- Sakit perut, mual dan diare
- Anoreksia dan nafsu makan berkurang
- Penurunan berat badan
- Nyeri sendi dan otot
- Gejala depresi
- Gejala kecemasan
- Tinitus dan sakit telinga
- Sakit tenggorokan
- Kehilangan rasa dan/atau bau
- Ruam kulit
Meskipun virus corona Covid-19 merupakan penyakit yang menyerang paru-paru, virus ini juga bisa menyerang banyak organ tubuh lain, termasuk jantung, ginjal dan otak.
"Kerusakan organ tubuh bisa menyeabkan komplikasi kesehatan yang bertahan setelah terinfeksi virus corona Covid-19," kata Mayo Clinic dikutip dari Express.
Pada beberapa orang, efek kesehatan jangka panjang akibat virus corona mungkin termasuk masalah pernapasan jangka panjang, komplikasi jantung, gangguan ginjal kronis, stroke dan sindrom Guillain Barre, yakni suatu kondisi yang menyebabkan kelumpuhan.
Beberapa orang dewasa dan anak-anak mengalami sindrom inflamasi multisistem setelah terinfeksi virus corona Covid-19. Dalam kondisi ini, beberapa organ dan jaringan menjadi meradang.
NHS mengatakan gejala Long Covid-19 ini bisa bertahan lebih dari 12 minggu dan dapat berubah seiring waktu dan gejala baru dapat berkembang.
"Waktu pemulihannya pun berbeda setiap orang. Lamanya pemulihan Anda tidak selalu terkait dengan tingkat keparahan penyakit," jelas NHS.
Baca Juga: Virus Corona Covid-19 Ditemukan Bisa Picu Diabetes, Peneliti Sebut Itu Hanya Sementara!
Jika gejala yang berlangsung membuat Anda khawatir, Anda harus selalu mencari saran dan dukungan medis.
British Heart Foundation (BHF) mencatat Office for National Statistics (ONS) memperkirakan antara 3 hingga 12 persen orang yang tertular virus corona Covid-19 masih akan mengalami gejalanya 12 minggu setelah infeksi awal. Hal ini berdasarkan data ang diberikan oleh 20.000 orang dalam Survei Infeksi Coronavirus (CIS) antara 26 April dan 1 Agustus 2021.
Menurut ONS, gejala yang paling umum dialami oleh penderita Long Covid-19 adalah kelelahan, kehilangan penciuman, sesak napas dan kesulitan berkonsentrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem