Suara.com - Manfaat puasa tak hanya bisa dirasakan orang sehat tetapi juga pasien diabetes yang terkontrol. Disebutkan, puasa efektif menurunkan berat badan yang pada akhirnya bisa mengontrol kolesterol dan gula darah.
Hal ini dibenarkan Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya, dr. Reinaldo Alexander. Ia menyebut pasien diabetes yang disiplin mengonsumsi obat, serta menjalani pola makan teratur akan mendapat banyak manfaat saat berpuasa.
"Melakukan puasa dengan benar justru akan membawa manfaat. Karena puasa itu akan melatih kedisiplinan dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta," ujar dr. Reinaldo melalui keterangan yang diterima Suara.com, Sabtu (2/4/2022) kemarin.
Ia menjelaskan, pasien diabetes yang terkontrol dan menerapkan pola puasa baik, misalnya konsumsi buka puasa dan sahur diatur dengan baik, maka tubuhnya akan disiplin mengatur pola makan.
"Kemudian kadar kolesterol membaik biasanya disertai penurunan berat badan sampai 1 hingga 2 kilogram," jelad dr. Reinaldo.
Adapun kondisi pasien diabetes yang terkontrol didapatkan melalui konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter yang menilai sebelum menjalani ibadah puasa, untuk mengetahui apakah ia pasien diabetes ringan, sedang, atau berat.
Ia menjelaskan, penilaian risiko puasa bagi pasien diabetes meliputi beberapa faktor, seperti riwayat kontrol gula darah sebelumnya, nilai HbA1C yaitu rerata gula darah dalam 3 bulan terakhir, fungsi ginjal, sedang hamil atau tidak bagi wanita.
Ada juga pemeriksaan ada atau tidaknya riwayat komplikasi akut diabetes dalam 3 bulan terakhir, seberapa kompleks obat-obatan atau terapi insulin yang dilakukan, dan juga kepatuhan dalam memeriksa gula darah sehari-hari.
Selain itu perlu juga pemeriksaan fungsi ginjalnya serta melakukan rekam jantung.
Baca Juga: Jadwal Berbuka Puasa Kota Metro, Minggu 3 April 2022
"Jika kondisi gula darah kita tinggi, itu cenderung darah kita menjadi kental. Jadi kalau gula darahnya masih belum terkontrol itu akan timbul resiko dehidrasi," ucap dr. Reinaldo.
Baiknya penilaian risiko berpuasa bagi pasien dkabetes dilakukan 1 hingga 1,5 bulan sebelum menjalani puasa, agar saat menjalankan puasa gula darah bisa baik dan tidak terjadi komplikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah