Suara.com - Vaksin booster menjadi syarat pelaku perjalan dalam negeri untuk mudik lebaran. Dokter paru menjelaskan alasan dibalik anjuran melakukan vaksin booster. Apa itu?
Dijelaskan dokter spesialis paru dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dr Wisuda Moniqa Silviyana, Sp.P, mengatakan vaksin booster sangat penting untuk membantu meningkatkan antibodi seseorang terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.
"Dengan pemberian vaksinasi penguat diharapkan risiko penularan COVID-19 bisa ditekan," katanya dilansir ANTARA, Senin (4/4/2022).
Moniqa menjelaskan berdasarkan penelitian terdapat kecenderungan terjadinya penurunan jumlah antibodi setelah enam bulan pascavaksinasi yang telah diberikan sebelumnya.
"Seperti yang diketahui, masih ada potensi kemunculan varian-varian COVID-19 yang baru termasuk omicron dan turunannya, karena itu vaksinasi penguat sangat penting untuk memberikan perlindungan optimal," katanya.
Dia menambahkan terhadap orang-orang yang mempunyai komorbid, vaksinasi lengkap mulai dosis pertama, kedua dan ditambah dosis ketiga akan dapat memberikan perlindungan terhadap risiko terjadinya COVID-19 derajat berat.
"Selain itu, juga dapat menurunkan risiko kematian terkait COVID-19," katanya.
Terkait hal itu, masyarakat diimbau untuk tetap menjalani protokol kesehatan, menjaga imunitas serta melakukan vaksinasi dosis lengkap hingga dosis ketiga.
"Pada saat ini masyarakat berada di era adaptasi hidup di tengah masa pandemi seperti sekarang, sementara COVID-19 telah terbukti masih menyebabkan kesakitan dan kematian di tengah masyarakat," katanya.
Baca Juga: Gencarkan Vaksinasi, Pemerintah Gelar Pasca Tarawih di Tempat Ibadah hingga Terminal
Dengan demikian, untuk menjaga kesehatan jangka panjang dan tercegah dari bahaya tertular COVID-19 dengan derajat berat, masyarakat diimbau untuk segera mendapatkan vaksinasi dosis lengkap hingga dosis ketiga.
"Tujuannya, untuk memiliki antibodi atau perlindungan yang cukup baik. Vaksinasi saat ini diberikan secara gratis dan menjadi hak setiap orang Indonesia agar dapat mengakses vaksin demi perlindungan dirinya, keluarga, dan komunitas," katanya.
Sementara itu, ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr Yudhi Wibowo mengingatkan pentingnya vaksinasi penguat bagi kelompok lansia guna memberikan perlindungan yang lebih optimal.
"Sesuai dengan rekomendasi WHO bahwa prioritas vaksinasi setelah tenaga kesehatan adalah kelompok lansia dan kelompok rentan lainnya," katanya.
Terkait hal tersebut, pengajar di Fakultas Kedokteran Unsoed itu mengatakan kebijakan pemerintah terkait syarat vaksinasi penguat bagi masyarakat yang ingin mudik perlu diapresiasi guna meningkatkan cakupan di tengah masyarakat.
"Khususnya cakupan vaksinasi bagi lansia, ibu hamil, anak-anak dan mereka yang memiliki komorbid, ini memang perlu menjadi agenda prioritas dalam rangka melindungi kelompok rentan dari risiko paparan COVID-19," katanya.
Berita Terkait
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak
-
Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance