Suara.com - Virus corona Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China adalah virus zoonosis pertama dari jenisnya yang terdeteksi.
Virus corona Covid-19 ini telah ditularkan dari kelelawar ke manusia. Sejauh ini, virus zoonosis ini telah menyebabkan sejumlah kematian.
Virus zoonosis adalah virus yang ditularkan antara manusia dan hewan. Virus ini menyebabkan zoonosis yang merupakan penyakit menular ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya.
Petogen lain seperti bakteri juga bisa menyebabkan zoonosis. Hampir 75 persen penyakit menular yang ditemukan pada manusia bersifat zoonosis.
Ada beberapa pembawa virus zoonosis. Hewan yang terinfeksi virus atau bakteri yang bersangkutan dapat menularkan patogen ke manusia melalui gigitan.
Asumsi populer lain yang lazim selama awal pandemi virus corona adalah virus ini ditularkan ke manusia melalui kebiasaan makan yang tidak tepat.
Para peneliti juga menguatkan teori tersebut dan mengatakan bahwa konsumsi daging hewan yang terkontaminasi secara tidak sengaja dapat menularkan penyakit ke manusia.
Dalam hal ini dilansir dari Times of India, kelelawar bertindak sebagai reservoir alami bagi banyak virus, termasuk virus corona.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus yang ditularkan oleh kelelawar telah menyebabkan epidemi sejak tahun 2002.
Baca Juga: Virus Corona Covid-19 Ditemukan Bisa Picu Diabetes, Peneliti Sebut Itu Hanya Sementara!
Salah satu alasan utama mengapa kelelawar dapat menampung sejumlah virus adalah sistem kekebalan mereka toleran terhadap virus yang menyerang selama beberapa bulan. Mereka dapat secara aktif menyebarkan virus untuk waktu yang lama.
Selain itu, virus corona yang ditemukan pada Desember 2019 di Wuhan adalah rekombinan dari dua coronavirus yang tidak diketahui pada kelelawar yang mungkin telah berevolusi pada ular, trenggiling, atau musang.
Penyebab munculnya penyakit menular dari China ini, karena hewan ini dianggap sebagai makanan lezat di tempat ini dan sumber obat tradisional.
Sesuai penelitian, kelelawar menyimpan virus zoonosis yang paling mematikan jika dibandingkan dengan burung. Sedangkan, kelompok inang reservoir yang lebih dekat hubungannya dengan manusia, khususnya primata menyimpan virus yang kurang ganas tetapi lebih mudah menular.
Kelelawar adalah reservoir dari sejumlah agen infeksi seperti bakteri, virus, jamur dan parasit lainnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa kelelawar lebih mungkin terinfeksi virus zoonosis per spesies inang daripada hewan pengerat.
Penyakit zoonosis utama yang terkait dengan kelelawar adalah rabies, histoplasmosis, salmonellosis, yersiniosis dan parasit eksternal.
Kelelawar juga membawa virus nipah, virus hendra, virus ebola, dan virus corona SARS.
Parasit seperti serangga, kutu, kutu juga menularkan patogen menular dari kelelawar ke manusia. Gigitan serangga yang telah melakukan kontak dekat dengan kelelawar yang terinfeksi dapat mentransfer virus zoonosis ke manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak