Suara.com - Puasa selama bulan Ramadhan tidak menjadi wajib bagi ibu hamil (bumil). Tetapi, apabila kondisi ibu dan janin dinyatakan sehat oleh dokter, bumil diperbolehkan untuk berpuasa.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan rumah sakit Pondok Indah Bintaro Jaya dr. Zeissa Rectifa Wismayanti, Sp.OG. mengatakan, bumil perlu konsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan kesehatannya aman selana berpuasa.
"Supaya dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh," ujarnya dalam siaran pers yang diterima suara.com, Kamis (7/4/2022).
Ada beberapa kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai bumil selama menjalankan puasa. Apabila bumil mengalami gangguan kesehatan berikut, dokter Zeissa menyarankan agar tidak melanjutkan puasa.
1. Hyperemesis gravidarum
Kondisi itu ditandai dengan mual muntah berlebih pada kehamilan. Periode awal kehamilan menjadi masa sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin, karena di periode itu organ janin mulai terbentuk. Ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dengan baik guna menunjang tumbuh kembang janin.
Pada usia kehamilan awal ini juga banyak ibu hamil yang mengalami morning sickness atau hyperemesis gravidarum (mual muntah berlebihan). Apabila mengalami hal itu, ibu hamil tidak dianjurkan untuk berpuasa.
2. Memiliki kadar hemoglobin yang rendah
Kadar hemoglobin yang rendah menunjukkan adanya risiko terjadinya anemia. Ibu hamil dengan anemia justru membutuhkan asupan protein dan zat besi untuk mendukung tumbuh kembang janin secara optimal.
Baca Juga: Humor Gus Dur Minta ke Warung Makan saat Puasa Rajab: Ambil Pahala Setengah Tahun Saja
3. Ibu hamil dengan diabetes
Berpuasa bagi penyandang diabetes pun dibutuhkan kiat khusus. Begitu pula bagi ibu hamil yang memiliki diabetes. Secara umum, berpuasa dapat meningkatkan risiko hipoglikemia atau turunnya kadar gula dalam darah. Kondisi tersebut bisa berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin. Oleh sebab itu, ibu hamil dengan diabetes kurang dianjurkan untuk berpuasa.
4. Mengeluarkan flek atau perdarahan
Ketika mengalami flek atau perdarahan, ibu hamil sebaiknya tidak melanjutkan puasa. Karena dikhawatirkan perdarahan terjadi semakin parah dan bisa mempengaruhi kesehatan janin.
5. Ibu hamil dengan gangguan sistem pencernaan
Dispepsia atau maag yang kerap dialami ibu hamil. Apabila maag kambuh saat belum tiba waktu berbuka, bumil disarankan tidak melanjutkan puasa. Apabila tetap memaksakan puasa, dikhawatirkan dapat memperparah kondisi gangguan pencernaan yang dialami.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma