Suara.com - Menjalankan ibadah puasa Ramadhan mengharuskan umat Islam menahan lapar dan haus selama kurang lebih 14 jam. Bagaimana cara puasa agar tetap sehat dan bugar selama puasa?
Mengutip ANTARA, Kamis (7/4/2022), Ahli Gizi Klinik dari Apollo Hospitals Navi Mumbai di India, Dr Varsha Gorey, mengatakan bahwa berbuka puasa berfungsi untuk menyeimbangkan kembali dan mengisi ulang tubuh dengan makanan. Sementara sahur bertujuan untuk memberi bekal kekuatan pada tubuh sehingga makanan harus sehat dan mengenyangkan.
"Untuk mengoptimalkan dan mendapatkan manfaat dari puasa, kita harus memasukkan diet beragam yang mencakup semua kelompok makanan utama seperti sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, dan produk susu (jika ditoleransi)," kata Gorey.
Berikut beberapa tips lain yang harus diingat selama puasa Ramadhan, dibagikan oleh para ahli.
Pastikan tubuh tetap terhidrasi
Usahakan minum air mineral yang cukup di antara waktu buka puasa dan sahur untuk mencegah dehidrasi. Selain air mineral, konsumsi pula buah-buahan yang mengandung air contohnya seperti semangka saat sahur atau setelah berbuka puasa.
Kurangi minuman berkafein seperti kopi, teh, dan cola. Kafein dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil sehingga menyebabkan dehidrasi. Bahkan minuman bersoda dengan gula akan menambah kalori.
Pilih makanan berenergi untuk sahur
Makanlah makanan yang akan memberi energi sepanjang hari. Kombinasi menu sahur dapat berupa buah dan sayuran seperti tomat, mentimun, dan kacang-kacangan, buncis dan lentil, produk susu rendah lemak, alpukat, kacang-kacangan, zaitun.
Baca Juga: Simak! 5 Tips Puasa bagi Ibu Menyusui agar ASI Tetap Lancar
Anda juga dapat meminta bantuan seorang ahli yang akan memandu mengenai apa yang harus dimakan dan dihindari selama Ramadhan.
Pilih makanan sehat saat berbuka puasa
Cobalah berbuka puasa dengan sup atau kurma. Kurma mengandung serat yang dapat membantu melancarkan pencernaan. Kurma juga meredakan sembelit.
Kombinasi menu berbuka juga dapat berupa biji-bijian, ayam tanpa kulit, dan ikan, untuk mendapatkan porsi protein sehat yang baik. Selain itu, konsumsi susu, yogurt, dan telur dapat membantu pemenuhan kebutuhan protein.
Jauhi makanan yang digoreng, asin, dan diproses tinggi lemak atau gula
Makanlah dalam jumlah terkontrol seperti yang disarankan ahli. Makan berlebihan sangat dilarang karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan, kelesuan, dan kelelahan. Makanan asin dapat menyebabkan kembung sehingga tubuh tidak terasa nyaman.
Cobalah makan makanan yang diproses lebih ringan
Untuk hidangan utama, Anda bisa menyantap hidangan ayam atau sayuran yang dipanggang, direbus, atau dikukus. Makan ayam panggang dan kentang panggang disebut lebih baik daripada makan-makanan serba goreng.
Berita Terkait
-
4 Doa Buka Puasa Arafah 9 Zulhijah Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
-
Doa Buka Puasa Dzulhijjah Lengkap dengan Latin dan Artinya yang Diajarkan Rasulullah
-
Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Salurkan Program Sosial Bagi Lebih dari 114.000 Penerima Manfaat
-
Rekomendasi Menu Buka Puasa Khas Indonesia, Dari Gorengan hingga Soto Ayam Hangat
-
Kenapa Badan Lemas Setelah Buka Puasa dengan yang Manis? Ini Penjelasannya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh