Suara.com - Keracunan makanan bukan hanya berasal dari makanan yang sudah basi. Pada kasus-kasus tertentu, makanan yang tidak dimasak dengan benar juga bisa menyebabkan keracunan.
Dampak keracunan pun bermacam-macam, mulai dari yang ringan seperti sakit perut dan diare, hingga dampak berat seperti sesak napas hingga kehilangan nyawa.
Melansir Insider, ini daftar 5 makanan yang jika tidak dimasak dengan benar bisa menyebabkan Anda keracunan.
1. Kentang
Kentang mentah yang terlalu lama didiamkan dan berubah menjadi warna hijau sudah tidak boleh dimakan.
Ahli gizi Julie Cunningham mengatakan, lapisan hijau pada kulit kentang berasal dari zat bernama solanin. Pada dosis kecil, solanin memang tidak berbahaya.
Namun jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, Anda bisa mengalami sakit perut, mual, muntah, diare, bahkan demam.
2. Kacang merah
Kacang merah merupakan makanan dengan banyak antioksidan. Namun jika dimakan mentah, dampaknya bisa berbahaya.
Baca Juga: Akibat Gunung Sampah yang Terbakar di India, Banyak Warga yang Terkena Asap Beracun
"Hanya empat atau lima buah kacang merah bisa membuat sakit perut dan muntah. Hal ini karena kacang merah mentah mengandung enzim bernama lektin," tutur Cunningham lagi.
Untuk menghilangkan lektin, Anda perlu merendam kacang merah selama minimal 12 jam lalu direbus selama 10 menit.
3. Daun tomat
Tomat adalah makanan dengan antioksidan yang tinggi dan tidak berbahaya. Namun jika dimakan mentah, pastikan Anda tidak menelan daunnya.
Daun tomat mengandung solanin yang bisa menyebabkan sakit perut dan muntah. Bersihkan tomat dengan benar sebelum menghidangkannya sebagai salad agar daunnya tak ikut disajikan.
4. Biji ceri
Biji ceri sangat berbahaya jika tertelan. Berdasarkan data Missouri Poison Center, biji ceri mengandung cyanogenic glycoside yang bisa menyebabkan kematian jika dikonsumsi dalam jumlah besar!
5. Biji apel
Sama seperti biji ceri, biji apel juga mengandung racun mematikan jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Biji apel mengandung racun sianida, yang bisa menyebabkan muntah, masalah ginjal, hingga kehilangan kesadaran.
Berita Terkait
-
Kasus Keracunan MBG Dianggap Wajar, Bupati Lombok Tengah: Jangan Dikembang-kembangkan
-
Korban Keracunan Jadi Tumbal Statistik: Benarkah MBG Berhasil Terlaksana?
-
PT Antam Tegas Bantah Isu 700 Penambang Terjebak Gas Beracun di Nanggung Bogor
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Menuju Nol Kasus Keracunan, BGN Perketat Pengawasan Makan Bergizi Gratis di 2026
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Multisport, Tren Olahraga yang Menggabungkan Banyak Cabang
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker