Suara.com - Cristiano Ronaldo dan pasangannya, Georgina Rodriguez, mengumumkan kabar duka pada Senin (18/4/2022) waktu setempat. Salah satu anak kembarnya yang baru lahir meninggal dunia.
"Dengan kesedihan terdalam, kami harus mengumumkan bahwa putra kami telah meninggal. Ini adalah rasa sakit terbesar yang dapat dirasakan oleh setiap orang tua," cuit Cristiano Ronaldo.
Kini, ia mengaku hanya kelahiran putrinya yang menjadi penguat dalam kondisi duka ini.
"Hanya kelahiran putri kami yang memberi kami kekuatan untuk melewati momen ini dengan harapan dan kebahagiaan," sambungnya.
Selama masa duka ini, bintang Manchester United menginginkan privasi untuk keluarganya.
"Putra kami, kau adalah malaikat kami. Kami akan selalu mencintaimu," tandasnya.
Bagaimana cara menghadapi kehilangan bayi
Selama masa ini, orang tua tentu yang paling merasakan duka mendalam. Namun, perlu diingat bahwa perasaan tersebut valid dan Anda tidak sendirian.
Berdasarkan Womens Health Magazine, berikut cara menghadapi rasa kehilangan buah hati:
Baca Juga: Kabar Duka Datang dari Cristiano Ronaldo, Putranya Meninggal Dunia
- Berbaik hati pada diri sendiri, dengan meluangkan waktu untuk berduka, akui dan terima bahwa sedang merasa terluka.
- Jika terlalu menyakitkan untuk melihat setiap hari, jauhkan baju-baju bayi jika itu menjadi pengingat tentang kehidupan sang bayi.
- Carilah orang lain untuk berbagi pengalaman, baik dalam kehidupan nyata maupun online.
- Jelaskan kepada orang-orang di sekitar tentang rasa sakit yang dirasakan dan mengapa hal itu dirasakan.
- Sampaikan kekhawatiran kepada profesional kesehatan, terapis, atau psikolog dan cari jawaban.
- Jaga agar lingkungan yang mendukung tetap dekat. Tidak perlu selamanya mengabaikan mereka yang tidak mengerti atau mencoba menghibur, tetapi pada saat ini fokus saja pada mereka yang memahaminya.
- Jika memungkinkan, kembali bekerja hanya saat sudah merasa siap.
- Tetap yakin bahwa tidak ada cara benar dan salah untuk berduka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi