Suara.com - Kasus hepatitis alias peradangan hati pada anak-anak meningkat di seluruh dunia. Hal ini membuat ilmuwan kebingungan dan mencari tahu penyebabnya.
Dilansir ANTARA, lebih dari 130 kasus hepatisis ditemukan sejak Januari 2022, dengan sebagian besar terjadi di Inggris.
Negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat, Israel, Denmark, Irlandia, Belanda dan Spanyol, juga telah melaporkan sejumlah kecil kasus.
Hepatitis ringan pada anak belum pernah terdengar sebelumnya, namun kasus-kasus itu pertama kali memicu kekhawatiran di Skotlandia pada 6 April karena anak-anak yang terjangkit menderita sakit sangat parah. Beberapa di antaranya bahkan memerlukan transplantasi hati.
Kekhawatiran lain adalah kasus tersebut tidak terkait dengan virus-virus yang biasa dikenal sebagai penyebab hepatitis A, B, C, D dan E.
"Ini masih sangat sedikit jumlah kasusnya, tapi mereka adalah anak-anak, itulah kekhawatiran besarnya, dan hal lain adalah tingkat keparahannya," kata Maria Buti, profesor hepatologi dari Barcelona dan kepala komite kesehatan publik di Asosiasi Studi Hati Eropa.
Buti telah mencermati wabah itu secara intens dengan Pusat Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).
Apa Penyebabnya?
Teori paling mengemuka tentang penyebab wabah itu adalah infeksi virus, kemungkinan adenovirus, kerabat umum virus yang dapat menyebabkan berbagai kondisi, seperti flu biasa.
Baca Juga: Amerika Serikat Diserang Wabah Hepatitis, Ancam Kesehatan Anak-anak
Salah satu jenis adenovirus umumnya menimbulkan gastroenteritis (flu perut) akut, dan ada sejumlah laporan bahwa adenovirus itu menyebabkan hepatis pada anak-anak dengan gangguan imun, tapi sebelumnya tak pernah menimpa anak-anak yang sehat.
Direktur Kesehatan Masyarakat Skotlandia Jim McMenamin mengatakan penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui apakah adenovirus yang terlibat telah bermutasi sehingga bisa memicu penyakit lebih parah, atau apakah adenovirus itu bisa menimbulkan masalah "secara tandem" dengan virus lain, termasuk virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.
Dia mengatakan 77 persen anak di Inggris terbukti positif dalam tes adenovirus.
Ada juga kemungkinan patogen baru terlibat, atau paparan racun, tapi sebaran geografis kasus tersebut menunjukkan bahwa infeksi virus lebih mungkin terjadi, kata para ilmuwan.
Kaitan dengan vaksin COVID-19 telah dikesampingkan karena anak-anak di Inggris, di mana mayoritas kasus ditemukan, belum divaksin.
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2026 Dihantui Penyebaran Penyakit Menular dari Campak, Hepatitis Hingga Ebola
-
Ternyata Gejala Hepatitis A, Jessica Iskandar Kira Dirinya Cuma Demam
-
Viral Kisah Pria Kena Kanker Hati Stadium 4, Gejala Awal Dikira Masuk Angin
-
Belajar dari Jessica Iskandar, Jaga Kebersihan Makanan Agar Terhindar Hepatitis A
-
Bahaya! Kurangnya Kesadaran Vaksinasi Perparah Ancaman Hepatitis di Indonesia
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat