Suara.com - Aktris Bunga Zainal mengaku mendapat manfaat setelah beristirahat dari media sosial selama dua hari, yakni mental yang sehat.
Dalam unggahan Instagram Story-nya, Kamis (28/4/2022), istri produser kenamaan Sukhdev Singh ini mengatakan sebenarnya ingin melakukannya lebih lama dari hitungan hari.
Namun, ia tidak dapat melakukannya karena tuntutan pekerjaan.
"Hehehe sebenernya sih gak ke mana-mana bund, tapi lagi pengin no sosmed aja! Ternyata cuma 2 hari aja rasanya mental tuh sehat banget. Jujurnya pengin lamaan off sosmed tapi apa daya banyak kerjaan yang mengharuskan buat tetep posting di sosmed," tulis Bunga.
Menurut psikiater anak dan remaja Neha Chaudhary dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, kita memang perlu tahu kapan waktunya untuk rehat dari media sosial.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menghindar dari media sosial selama 30 menit sudah dapat meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan.
Dilansir laman Cleveland Clinic, ada beberapa tanda yang mengindikasikan seseorang perlu istirahat dari media sosial, yakni:
1. Selalu membandingkan kehidupan dengan orang lain
Tidak jarang seseorang mengunggah pencapaian atau kebahagiaan mereka di media sosial. Hal-hal ini dapat memicu rasa ingin membandingkan nasib.
Baca Juga: 40 Twibbon Hari Raya Idul Fitri 2022, Meriahkan Momen Lebaran di Media Sosial
Merasa kesulitan untuk berhenti membandingkan diri adalah tanda bahwa seseorang harus menjauh dari media sosial.
2. Mulai terbiasa scroll media sosial tanpa menyadarinya
Terlalu asyik scrolling media sosial hingga lupa dengan waktu adalah salah satu tanda kegiatan tersebut telah menjadi kebiasaan. Ini adalah waktu untuk berhenti.
3. Apa yang dilihat di media sosial terasa menganggu
Ketika seseorang mendapati dirinya merasa marah dan kesal pada unggahan tertentu, secara tidak langsung tubuh akan mengeluarkan hormon stres. Ini sangat tidak bagus untuk kesehatan mental.
4. Tidak menikmati kegiatan apa pun tanpa mengunggah terlebih dahulu
Ini adalah salah satu tanda seseorang sudah ketagihan dengan media sosial karena ia merasa senang ketika orang-orang bereaksi terhadap unggahannya.
Pada akhirnya ini akan menyebabkan kekecewaan apabila orang yang bereaksi tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!