Suara.com - Jika Anda sering menghabiskan banyak waktu untuk duduk di depan layar komputer, menonton film atau lainnya, Anda berisiko tinggi terkena serangan jantung.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang duduk selama 10 jam atau lebih sehari berisiko tinggi mengalami serangan jantung atau stroke, daripada mereka yang duduk 5 jam atau lebih sedikit setiap hari.
Karena, kebiasaan duduk terlalu lama bisa merusak kadar gula darah, tekanan darah, dan juga kesehatan tulang.
Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah di pembuluh darah yang bisa berakibat fatal.
Jika Anda menderita salah satu penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah, kolesterol atau bahkan osteoporosis, Anda harus sangat memperhatikan gaya hidup yang dijalani.
Karena, gaya hidup yang jarang bergerak dan keseringan duduk salah satu yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung.
Dr Ritwick Raj Bhuyan, Ahli Bedah Kardiotoraks dan Vaskular, Fortis Escorts Heart Institute menjelaskan bagaimana duduk berjam-jam dapat menyebabkan masalah dengan berbagai fungsi tubuh.
"Duduk biasanya meningkatkan tekanan darah dan risiko diabetes, kelebihan lemak di sekitar lingkar pinggang, meningkatkan kadar kolesterol darah dan dapat menyebabkan obesitas," kata Dr Bhuyan dikutip dari Hindustan Times.
Selanjutnya, ahli jantung menjelaskan bagaimana seseorang mungkin mulai menghadapi masalah pada otot leher dan punggung mereka saat terlalu sering duduk. Duduk berjam-jam ini bisa melukai cakram kunci tubuh mereka.
Baca Juga: Studi: Hampir 60 Persen Orang Amerika Sudah Pernah Terinfeksi Virus Corona Covid-19
Gerakan fisik juga penting untuk tulang Anda. Dr Bhuyan mengatakan risiko seseorang terkena osteoporosis dan melemahnya tulang meningkat saat mereka duduk berjam-jam.
"Tubuh kita menekan tulang saat kita berjalan atau membuat gerakan. Ini membuat tubuh sehat dengan menghasilkan jaringan tulang baru oleh sel khusus," kata ahli terebut.
Sedangkan, duduk berjam-jam membatasi gerakan tubuh yang mengakibatkan ada lebih sedikit jaringan tulang baru yang membuat tulang rapuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi