Suara.com - Menahan pipis atau buang air kecil saat perjalanan mudik lebaran 2022 bisa menjadi salah satu tantangan. Terlebih banyak pemudik yang terjebak kemacetan, dan sulit menemukan rest area.
Namun tidak perlu khawatir, Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengatakan, sesekali menunda atau menahan pipis tidak akan mengancam kesehatan.
"Tapi akan jadi berbahaya ketika terlalu sering mengabaikan keinginan pipis dan menjadi kebiasaan," ujar Prof. Zubairi dalam cuitannya di Twitter, diunggah suara.com, Jumat (29/4/2022) lalu.
Guru Besar Spesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu menyebut, masyarakat perlu berhati-hati saat harus menahan pipis lebih dari 10 jam, karena berisiko membuat susah buang air kecil di kemudian hari.
"Anda mungkin akan mengalami retensi urine, yang berarti otot-otot di kandung kemih tidak dapat rileks dan jadi susah pipis," jelasnya.
Meski begitu, kasus retensi urine ini sangat jarang terjadi. Ini juga sangat bergantung seberapa sering seseorang minum, dan apa jenis minuman yang ia konsumsi.
Dokter yang berpraktik di RS Kramat 128 itu juga mengatakan menahan pipis tidak akan menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK), selama tidak ada bakteri yang masuk ke saluran kemih.
"Namun, jika Anda sering tidak mengosongkan kandung kemih secara teratur, bakteri lebih mungkin untuk berkembang biak," tuturnya.
Selanjutnya, jika sudah menemukan lokasi atau toilet dan merasa buang air kecil sudah selesai. Sebaiknya jangan langsung pergi, tapi menunggu satu menit lebih dulu.
Baca Juga: Akhirnya Mbak Lala Pengasuh Rafathar Bisa Mudik Lagi ke Lampung, Sempat Antre Panjang Mau Naik Kapal
"Lakukan perlahan dan tunggu sekitar satu menit lagi setelah merasakan sensasi selesai. Kemungkinan masih ada lebih banyak urine di kandung kemih dan pastikan semuanya keluar," jelasnya.
Sementara itu, idealnya seseorang harus mengosongkan kandung kemih secara teratur setiap tiga jam sekali, dan frekuensinya berkisar antara 8 hingga 10 kali per hari.
"Tiap orang bervariasi, karena berdasarkan seberapa banyak dan apa jenis minuman yang dikonsumsinya," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa