Suara.com - Rumor Presiden Rusia Vladimir Putin berencana menyerahkan kekuasaan karena akan menjalani operasi, yang kemungkinan besar karena menderita kanker, terus berkembang.
Isu tersebut menyebar setelah saluran Telegram Jenderal SVR, yang diduga dijalankan oleh mantan letnan jenderal Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia, mengatakan Putin diberi tahu oleh dokter bahwa operasi akan membuatnya 'lumpuh' untuk sementara waktu.
Karenanya, ia sudah seharusnya menyerahkan kekuasaan pemerintahannya kepada seorang ajudan untuk sementara.
Namun, dilansir Mirror, belum ada konfirmasi resmi terkait kondisi kesehatan pria 69 tahun tersebut.
Publik yakin bahwa kondisi kesehatan sang Presiden menurun dari penampilannya di depan publik baru-baru ini, yang menunjukkan wajah bengkak dan tubuh tampak gemetar.
Hal itu menimbulkan spekulasi bahwa ia mungkin menderita berbagai kondisi, seperti demensia atau penyakit Parkinson.
Sementara beberapa orang percaya bahwa itu adalah tipuan belaka, mengingat betapa ketatnya pemerintahan Putin mengontrol apa yang diperlihatkan oleh media ke publik.
Saluran Telegram, yang diduga dioperasikan oleh seseorang dengan nama samaran 'Viktor Mikhailovich', merilis sebuah video yang mengklaim bahwa Putin sudah berbicara 'dari hati ke hati' selama dua jam dengan ajudan Nikolai Patrushev.
Putin juga dikatakan telah menjelaskan kepada Patrushev bahwa dia menganggapnya sebagai hampir satu-satunya yang dapat dipercaya dan menjadi teman dalam sistem kekuasaan.
"Ada banyak spekulasi tentang kesehatan Presiden Putin. Ia selalu berusaha untuk mempertegas kondisi kebugaran dan kekuatannya, yang mana menjadi bagian dari 'branding'-nya," kata pendiri dan direktur Pusat Studi Rusia Eropa Asia (CREAS) di Brussels, Theresa Fallon.
Jadi, menurut Fallon, sakit tidak sesuai dengan narasi 'Putin orang kuat' yang telah dibangun secara hati-hati selama bertahun-tahun.
"Ini membuatku bertanya-tanya apakah memang ada hal yang terjadi di balik layar," imbuhnya.
Pekan lalu, beredar sebuah video yang memperlihatkan bagaimana Putin tampaknya berusaha menutupi tangannya yang gemetar saat dia menyapa pemimpin Belarus Alexander Lukashenko.
Berita Terkait
-
Heboh Warga Madura Terbangkan Balon Udara Bertulis Rusia, Warganet: Kirim Video Ini ke Putin
-
Dituding Jadi Corong Propaganda Vladimir Putin, Uni Eropa Melarang Tiga Saluran TV Pemerintah Rusia Mengudara
-
Jaksa Agung Ukraina Tuding Rusia Gunakan Pemerkosaan Sebagai Taktik Perang dan Sebut Putin Penjahat Perang Abad 21
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh