Suara.com - Mangga merupakan salah satu buah musiman yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Meski begitu, konsumsi mangga berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan tubuh.
Oleh karenanya, semua orang disarankan untuk mengonsumsi mangga dalam jumlah sedang. Selain itu, jangan mudah percaya mengenai mitos kesehatan seputar makan mangga.
Berikut ini dilansir dari Times of India, beberapa mitos kesehatan dari makan mangga agar tidak berdampak buruk pada kesehatan.
1. Mangga menurunkan berat badan
Banyak ahli mengklaim bahwa mangga memiliki beberapa sifat penurun berat badan, tapi ada pula ahli yang memperingatkan agar tidak mengkonsumsi mangga.
Salah satu alasan utama mengapa orang mengonsumsi mangga berlebihan adalah ketersediaannya yang melimpah dan mudah didapat.
Penelitian terhadap 27 peserta yang mengonsumsi 100 kkal/hari mangga segar selama 12 minggu masing-masing menunjukkan penurunan yang signifikan dalam glukosa darah, protein C-reaktif (CRP), dan aktivitas transaminase aspartat.
"Tidak ada perubahan signifikan dalam berat badan, persen lemak tubuh, tekanan darah, insulin, atau profil lipid setelah konsumsi mangga," kata studi tersebut.
2. Mangga menyembuhkan jerawat
Baca Juga: Hepatitis Misterius Muncul Akibat Vaksin Covid-19, Bagaimana Faktanya?
Mangga adalah buah padat nutrisi yang mengandung vitamin A, C, zat besi, kalium, tembaga. Musim panas dapat memicu jerawat, tapi makan mangga bukan solusinya.
3. Mangga tidak boleh untuk penderita diabetes
Mangga cocok untuk penderita diabetes, jika dimakan dengan moderasi. Alasan mengapa dokter memperingatkan penderita diabetes untuk tidak makan mangga adalah indeks glikemik buah tersebut yang cukup tinggi.
Mangga memiliki indeks glikemik 51, yang rendah tetapi tinggi jika dibandingkan dengan makanan non-diabetes.
4. Mangga meningkatkan suhu tubuh
Mangga memang berdampak pada suhu tubuh. Ini bukan buah yang mendinginkan. Oleh karena itu, lebih baik rendam mangga dalam air selama beberapa waktu dan sajikan untuk dimakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia